Loading
Pendiri Microsoft sekaligus Ketua Gates Foundation, Bill Gates. (beaconwales.org)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pendiri Microsoft sekaligus Ketua Gates Foundation, Bill Gates, akhirnya angkat bicara secara terbuka di hadapan para karyawan yayasan. Dalam pertemuan internal itu, Gates mengakui kesalahan personalnya, termasuk dua hubungan di luar pernikahan, serta menjelaskan relasinya di masa lalu dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Pertemuan tersebut digelar menyusul rilis dokumen terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang kembali menyeret nama-nama tokoh publik dalam korespondensi Epstein. Di hadapan staf, Gates menegaskan bahwa ia tidak melakukan tindakan melanggar hukum selama berinteraksi dengan Epstein, dan menepis klaim bahwa ia pernah menginap atau terlibat aktivitas ilegal bersama sosok kontroversial itu.
Namun, Gates juga mengakui kesalahan pribadinya. Ia menyampaikan permintaan maaf dan bertanggung jawab atas dua perselingkuhan—masing-masing dengan seorang pemain bridge asal Rusia dan seorang fisikawan nuklir Rusia. Pengakuan ini pertama kali diungkap media The Wall Street Journal, yang melaporkan bahwa relasi tersebut sempat dibahas oleh rekan Gates, Boris Nikolic, dalam konteks komunikasi dengan Epstein.
Dalam pernyataan resmi kepada CNBC, juru bicara Gates Foundation menjelaskan bahwa pertemuan terbuka tersebut dimaksudkan untuk menjawab kegelisahan internal. “Dalam percakapan itu, Bill menjawab pertanyaan staf terkait berkas Epstein, pekerjaan yayasan di bidang AI, serta masa depan kesehatan global. Ia berbicara terus terang dan bertanggung jawab atas tindakannya,” demikian pernyataan yang dikutip CNBC.
Isu ini kembali mengemuka beberapa pekan terakhir setelah jutaan halaman dokumen Epstein dirilis ke publik. Sejumlah tokoh dari kalangan politisi, akademisi, hingga eksekutif bisnis ikut terseret, bahkan ada yang memilih mundur dari jabatannya. Gates sendiri selama bertahun-tahun menyebut keterlibatannya dengan Epstein sebagai sebuah kesalahan penilaian.
Dokumen baru juga memperlihatkan korespondensi email yang membahas isu filantropi, pencarian CEO Microsoft, hingga obrolan ringan seperti taruhan simbolis soal nilai tukar euro. Yayasan menegaskan bahwa interaksi tersebut semata upaya menjajaki potensi pendanaan untuk kesehatan global—tanpa pernah ada uang yang dibayarkan atau dana yang dibentuk bersama Epstein.
Sebagai penutup, Gates Foundation kembali menegaskan sikapnya terhadap kejahatan Epstein. “Kerugian yang ditimbulkan Epstein terhadap perempuan dan anak perempuan sangat mengerikan, dan tidak seorang pun seharusnya mengalami apa yang mereka alami,” bunyi pernyataan resmi yayasan.