Kamis, 01 Oktober 2026

Apa Itu Selat Hormuz dan Mengapa Jalur Ini Krusial bagi Pasokan Minyak Dunia?


 Apa Itu Selat Hormuz dan Mengapa Jalur Ini Krusial bagi Pasokan Minyak Dunia? Apa Itu Selat Hormuz dan Mengapa Jalur Ini Krusial bagi Pasokan Minyak Dunia. (Ilustrasi Freepik)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Mengapa Selat Hormuz begitu penting? Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menjadi salah satu titik terpenting perdagangan energi global. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, serta berada di antara Iran dan Oman. Lebarnya hanya sekitar 33 kilometer di titik tersempit, dengan jalur pelayaran efektif sekitar 3 kilometer di masing-masing arah, menjadikannya titik sempit strategis bagi distribusi minyak dunia.

Ketegangan meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Setelah serangan tersebut, kapal tanker dilaporkan mulai menghindari selat itu. Sedikitnya 150 kapal pengangkut minyak mentah, gas alam cair, dan produk energi tercatat menunggu di perairan Teluk tanpa melintas. Jika gangguan berlanjut, hingga 15 juta barel minyak per hari berpotensi tertahan dan gagal mencapai pasar.

Para analis, dilansir The Guardian, memperingatkan harga minyak bisa melonjak tajam dari sekitar 67 dolar per barel menjadi 100 dolar dalam skenario terburuk. Kenaikan ini berisiko memperburuk inflasi global, meningkatkan harga bahan bakar, dan menekan pertumbuhan ekonomi di banyak negara maju yang masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Iran memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia dengan sekitar 170 miliar barel atau hampir 9 persen cadangan global. Negara itu berada di bawah Venezuela, Arab Saudi, dan Kanada dalam daftar cadangan terbesar. Iran juga termasuk produsen utama dalam OPEC serta memiliki cadangan gas terbesar kedua di dunia.

Meskipun ekspor minyak Iran hanya sekitar 3 sampai 4 persen dari pasokan global, pengaruhnya terhadap pasar jauh lebih besar karena posisi geografis strategisnya. Kepala analisis geopolitik di Rystad Energy menilai kekuatan Iran terletak pada kemampuannya memengaruhi keamanan regional dan jalur transit energi penting.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan jumlah serupa pengiriman gas laut melewati Selat Hormuz. Hal ini menjadikannya jalur vital bagi negara produsen minyak untuk mengirim energi ke pasar Asia. Alternatif rute sangat terbatas, sehingga gangguan kecil saja dapat berdampak besar pada rantai pasok global.

Para analis menilai penutupan selat sepenuhnya kemungkinan merupakan langkah terakhir karena dapat merusak ekonomi Iran sendiri. Direktur pasar energi di ICIS menyebut langkah itu biasanya hanya terjadi dalam kondisi perang terbuka.

Meski begitu, gangguan parsial seperti pengalihan kapal, peningkatan risiko keamanan, atau penundaan pelayaran sudah cukup memicu lonjakan biaya pengiriman, premi asuransi, dan harga energi global. Bahkan sebelum eskalasi terbaru, pasar memperkirakan aksi militer terbatas dapat menambah sekitar 10 dolar per barel pada harga minyak.

Proyeksi terbaru menunjukkan harga minyak berpotensi naik tajam kecuali terjadi deeskalasi cepat sebelum perdagangan berjangka dibuka kembali di New York. Negara produsen lain termasuk Rusia mungkin meningkatkan produksi, namun gangguan distribusi tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah harga.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru