Trump Ancam Putus Hubungan Dagang AS–Spanyol Usai Ditolak Gunakan Pangkalan Militer


 Trump Ancam Putus Hubungan Dagang AS–Spanyol Usai Ditolak Gunakan Pangkalan Militer Pangkalan Moron di Spanyol tetap di bawah kedaulatan Spanyol, tidak digunakan oleh AS dalam operasi militer ke Iran. (Foto: Dok. flightsim.to)

WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Spanyol mendadak meningkat. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan memutus hubungan dagang dengan negara tersebut setelah Washington tidak diizinkan menggunakan fasilitas militer di wilayah Spanyol untuk menyerang Iran.

Pernyataan keras itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa (3/3/2026), ketika menerima kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

“Kami akan menghentikan seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin lagi berurusan dengan mereka,” kata Trump dengan nada tegas.

Spanyol Tegaskan Kedaulatan

Ketegangan ini bermula dari keputusan pemerintah Spanyol yang menolak penggunaan fasilitas militer di wilayahnya untuk operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Sehari sebelumnya, Senin (2/3/2026), Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan bahwa fasilitas militer di bawah kedaulatan Spanyol tidak boleh digunakan untuk kepentingan di luar kesepakatan yang telah disepakati dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan media El Diario, Albares menekankan bahwa semua fasilitas militer yang berada di wilayah Spanyol tetap berada di bawah otoritas penuh pemerintah Madrid.

“Fasilitas di bawah kedaulatan Spanyol tidak akan digunakan untuk tujuan yang berada di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Albares.

Ia juga membantah bahwa pemerintah Spanyol telah menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana serangan tersebut. Albares bahkan menyebut operasi militer terbaru terhadap Iran sebagai tindakan sepihak yang berada di luar kerangka kerja aksi kolektif internasional.

Inggris Juga Jadi Sasaran Kritik

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga melontarkan kritik kepada Inggris. Ia menilai London tidak cukup kooperatif dalam mendukung operasi militer AS.

Trump secara khusus menyinggung keputusan Inggris yang berencana mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Dalam kesepakatan tersebut, Inggris tetap mempertahankan hak sewa selama 99 tahun untuk mengoperasikan pangkalan militer gabungan AS–Inggris di Diego Garcia.

Pulau Diego Garcia sendiri selama beberapa dekade menjadi fasilitas strategis bagi operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Meski tidak menyebut pangkalan itu secara langsung, Trump mengaku kecewa dengan sikap Inggris yang dinilainya tidak membantu.

“Mereka merusak hubungan. Sangat memalukan,” kata Trump.

Menurutnya, militer AS bahkan membutuhkan waktu tiga hingga empat hari hanya untuk memastikan lokasi pendaratan yang aman di kawasan tersebut.

“Seharusnya jauh lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana daripada harus terbang beberapa jam lagi,” ujarnya dikutip dari Antara.

Trump juga menyindir kepemimpinan Inggris saat ini dengan membandingkannya dengan masa Perdana Menteri Winston Churchill pada era Perang Dunia II.

“Yang kami hadapi sekarang bukan Winston Churchill,” kata Trump, merujuk pada Perdana Menteri Inggris saat ini, Keir Starmer.Situasi ini menambah daftar ketegangan diplomatik yang muncul di tengah dinamika geopolitik global, terutama terkait konflik di Timur Tengah.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru