Loading
Arsip - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. (Anadolu/as)
LONDON, ARAHKITA.COM – Hubungan Amerika Serikat dan Inggris kembali menjadi sorotan setelah Presiden Donald Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait rencana serangan ke Iran.Dalam wawancara telepon dengan tabloid Inggris The Sun, Trump mengatakan ia merasa “sangat sedih” melihat hubungan kedua negara tidak lagi terasa seperti sebelumnya.
Menurutnya, hubungan yang selama ini dikenal sebagai “special relationship” antara Washington dan London kini tampak berbeda.
“Ini dunia yang berbeda. Hubungan kami dengan negara Anda sangat berbeda dari sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas-jelas tak seperti dulu,” kata Trump.
Polemik Penggunaan Pangkalan Militer
Pernyataan Trump muncul setelah ia mengkritik keputusan Starmer yang dinilai terlalu lama mengambil keputusan terkait permintaan Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara Inggris untuk menyerang Iran.
Trump menyebut sikap pemerintah Inggris tidak secepat yang ia harapkan. Ia bahkan membandingkannya dengan dukungan dari negara lain.
Presiden AS itu mengatakan Prancis serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menunjukkan dukungan yang lebih cepat terhadap operasi tersebut.
“Saya tak pernah menyangka akan mendapatkan hal seperti itu dari Inggris. Kami mencintai Inggris,” ujar Trump.
Inggris Awalnya Menolak
Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya menegaskan bahwa pemerintahnya tidak percaya pada strategi “perubahan rezim dari langit” — istilah yang merujuk pada upaya mengganti kepemimpinan sebuah negara melalui serangan militer dari udara.
Karena itu, Inggris sempat menolak permintaan awal Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi pada Sabtu (28/2/2026).
Namun situasi berubah sehari kemudian.
Starmer mengatakan respons Iran terhadap serangan tersebut dianggap “keterlaluan” dan berpotensi mengancam warga serta sekutu Inggris.
Ancaman Drone di Siprus
Pada Minggu, sebuah drone yang menuju pangkalan militer Inggris di Pulau Siprus berhasil dicegat. Peristiwa ini membuat pemerintah Inggris menilai situasi keamanan meningkat sebagaimana dilansir Antara.
Setelah perkembangan tersebut, Starmer akhirnya menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam serangan yang disebut sebagai operasi “defensif” terhadap lokasi peluncur rudal Iran.
Kritik dari Oposisi
Keputusan pemerintah Inggris juga menuai kritik dari dalam negeri.Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menilai pemerintah terlalu berhati-hati dalam menghadapi Iran.
Ia bahkan menuding pemerintah Inggris terlihat “takut” untuk mengambil sikap yang lebih tegas.
Polemik ini pun memperlihatkan bahwa kebijakan luar negeri Inggris saat ini berada di bawah tekanan, baik dari sekutu internasional maupun dari oposisi di dalam negeri.