Senin, 21 September 2026

Iran Janji Tak Serang Negara Tetangga Meski Diserang AS–Israel


 Iran Janji Tak Serang Negara Tetangga Meski Diserang AS–Israel Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Dok. President.ir)

TEHERAN, ARAHKITA.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk menyerang negara-negara tetangga, meskipun konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel terus memanas dalam sepekan terakhir.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal Telegram kantor berita nasional Iran pada Sabtu, Pezeshkian bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara di kawasan Teluk yang terdampak ketegangan tersebut.

“Iran tidak bermaksud menyerang negara lain. Saya meminta maaf kepada negara-negara tetangga,” kata Pezeshkian.

Ia juga mengajak negara-negara di kawasan untuk mengesampingkan perbedaan dan fokus menjaga stabilitas kawasan. Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini adalah krisis besar yang harus dihadapi dengan kepala dingin.

“Marilah kita kesampingkan semua perbedaan dan kekhawatiran yang ada. Hari ini, kita harus menjaga tanah air masing-masing dan membawa Iran keluar dari krisis ini dengan bermartabat,” ujarnya.

Namun di saat yang sama, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah tanpa syarat kepada tekanan militer Amerika Serikat.

“AS bisa membawa mimpi mereka ke liang kubur. Kami tidak akan menyerah tanpa syarat,” tegasnya.

Serangan Terus Berlanjut

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan militer besar terhadap Iran.

Komando Pusat AS menyatakan bahwa dalam minggu pertama operasi militer yang disebut Operasi Epic Fury, pasukan Amerika telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran.

“Pasukan AS telah menyerang lebih dari 3.000 target pada minggu pertama operasi ini, dan kami tidak akan memperlambatnya,” tulis Komando Pusat AS dalam unggahan di platform X.

Di sisi lain, militer Israel juga mengumumkan bahwa mereka baru saja menyelesaikan gelombang serangan udara baru di Teheran.Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sekitar 230 amunisi diluncurkan ke berbagai target militer Iran, termasuk fasilitas penyimpanan rudal dan lokasi bawah tanah yang diduga digunakan untuk produksi rudal balistik.

Serangan tersebut melibatkan lebih dari 80 jet tempur Israel.

“Serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan rezim Iran untuk menyerang warga sipil Israel,” kata IDF dilaporkan dan dikutip dari CNBC.

Negara Teluk Siaga

Di tengah eskalasi konflik, beberapa negara di kawasan Teluk melaporkan bahwa mereka harus mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegat ancaman yang datang dari arah Iran.

Arab Saudi melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh sebuah drone di wilayah timur Riyadh.Sementara itu, Uni Emirat Arab mengatakan sistem pertahanan udara mereka juga mencegat sejumlah rudal dan drone yang menuju wilayah udara negara tersebut.

Pemerintah Dubai bahkan sempat mengeluarkan peringatan darurat kepada warga, meminta mereka mencari perlindungan di gedung yang aman serta menjauhi jendela dan area terbuka.

Ketegangan ini juga sempat berdampak pada transportasi udara. Maskapai Emirates mengumumkan penghentian sementara semua penerbangan menuju dan dari Dubai, sebelum akhirnya layanan tersebut kembali dilanjutkan.

Dampak ke Pasar Energi Dunia

Konflik yang semakin panas di Timur Tengah juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas pasokan energi.Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia—dilaporkan mengalami gangguan lalu lintas kapal.Akibatnya, harga minyak dunia melonjak tajam.

Harga minyak mentah Amerika Serikat tercatat naik 35,63 persen dalam sepekan, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak kontrak berjangka minyak diperdagangkan pada 1983.

Sementara itu, minyak Brent melonjak sekitar 28 persen, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak April 2020.

Lonjakan ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik Iran dengan AS dan Israel dapat berdampak besar pada stabilitas ekonomi global, terutama di sektor energi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru