Singapura Catat Rekor Baru, Angka Harapan Hidup Naik Jadi 83,9 Tahun


 Singapura Catat Rekor Baru, Angka Harapan Hidup Naik Jadi 83,9 Tahun Arsip foto - Orang-orang berjalan di jalan di Singapura, Kamis (17/2/2022). ANTARA/Xinhua/Chih Wey/aa

SINGAPURA, ARAHKITA.COM – Kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Singapura terus menunjukkan tren positif. Data terbaru yang dirilis pemerintah setempat mengungkapkan bahwa angka harapan hidup warga negara tersebut meningkat menjadi 83,9 tahun pada 2025, sekaligus melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19.

Berdasarkan keterangan resmi Departemen Statistik Singapura yang dirilis Rabu (3/6/2026), angka harapan hidup saat lahir naik 0,2 tahun dibandingkan 2024 yang berada di level 83,7 tahun. Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan rekor sebelum pandemi yang tercatat pada 2019, yakni 83,7 tahun.

Jika dibandingkan dengan satu dekade lalu, peningkatan tersebut terlihat semakin signifikan. Pada 2015, angka harapan hidup masyarakat Singapura tercatat 82,9 tahun. Artinya, dalam kurun waktu 10 tahun terjadi kenaikan rata-rata usia harapan hidup sebesar satu tahun.

Peningkatan ini terjadi baik pada kelompok laki-laki maupun perempuan.

Bayi laki-laki yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki usia harapan hidup rata-rata hingga 81,8 tahun. Angka tersebut naik 0,3 tahun dibandingkan tahun sebelumnya dan meningkat 1,3 tahun dibandingkan 2015.

Sementara itu, bayi perempuan yang lahir pada tahun yang sama diperkirakan dapat hidup hingga rata-rata usia 86 tahun. Angka ini bertambah 0,2 tahun dibandingkan 2024 dan meningkat 0,9 tahun dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Tak hanya pada kelompok usia muda, peningkatan juga terlihat di kalangan lanjut usia. Warga Singapura yang berusia 65 tahun pada 2025 diperkirakan masih memiliki peluang hidup hingga usia rata-rata 86,6 tahun dikutip Antara.

Angka tersebut naik 0,2 tahun dibandingkan 2024 dan meningkat 0,8 tahun dibandingkan kondisi pada 2015.

Kenaikan angka harapan hidup ini mencerminkan keberhasilan Singapura dalam menjaga kualitas layanan kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, serta memperkuat sistem perlindungan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.

Data tersebut sekaligus menegaskan posisi Singapura sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia, seiring meningkatnya kualitas hidup dan kesehatan penduduknya dari tahun ke tahun.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru