Arsip foto - Warga melihat para penyelamat bekerja di reruntuhan sebuah bangunan setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026) waktu setempat. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa.
MEXICO CITY, ARAHKITA.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (3/7/2026), pemerintah setempat mencatat 2.645 orang meninggal dunia, sementara 12.666 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Data terbaru yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela (MIPPCI) juga menyebutkan bahwa 6.462 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dari berbagai lokasi terdampak.
"Sebanyak 2.645 orang tewas, 12.666 orang terluka. Sebanyak 6.462 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup," demikian pernyataan resmi kementerian melalui kanal Telegram.
Gempa kembar itu terjadi pada Rabu (24/6) dan mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela dalam selang waktu yang sangat singkat.
Guncangan pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar pukul 18.04 waktu setempat atau 11.04 WIB. Hanya 39 detik kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang kawasan tersebut dikutip Antara.
Dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan itu menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, infrastruktur, dan fasilitas umum di sejumlah wilayah. Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian korban serta mengevakuasi warga yang terdampak.
Pemerintah Venezuela bersama berbagai lembaga tanggap darurat terus mengerahkan bantuan kemanusiaan untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan korban, dan pemulihan wilayah yang porak-poranda akibat salah satu bencana gempa terbesar yang melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.