Ilustrasi - Roket yang membawa satelit mata-mata pertama Korea Selatan diluncurkan dari California pada 1 Desember 2023. SpaceX via Kyodo
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Korea Selatan kembali memperkuat kemampuan teknologinya di bidang antariksa. Negara tersebut dijadwalkan meluncurkan satelit observasi Bumi berukuran menengah keempat menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California, pada Selasa waktu setempat.
SpaceX
Peluncuran satelit ini menjadi bagian dari upaya Korea Selatan memperluas kemampuan pemantauan wilayah dari luar angkasa sekaligus mendukung berbagai kebutuhan nasional, mulai dari pertanian hingga mitigasi bencana.
Baca juga:
Lonjakan Penipuan di Korea Selatan: Korban Warga Asing Naik Hampir Empat Kali Lipat dalam Dua TahunMenurut laporan kantor berita Yonhap yang mengutip Kementerian Administrasi Dirgantara Korea (KASA), satelit berbobot sekitar 500 kilogram tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan fungsi dan pengisian bahan bakar selama satu bulan terakhir. Kini, satelit berada dalam kondisi siap diluncurkan.
Setelah roket Falcon 9 lepas landas, satelit dijadwalkan terpisah dari wahana peluncur sekitar 2 jam 22 menit kemudian. Selanjutnya, sekitar 31 menit setelah pemisahan, satelit akan melakukan komunikasi perdana dengan stasiun bumi melalui fasilitas darat di Svalbard, Norwegia.
Keunggulan utama satelit ini terletak pada muatan observasi yang seluruhnya dikembangkan di dalam negeri. Salah satunya adalah kamera observasi beresolusi tinggi yang mampu memotret seluruh wilayah Semenanjung Korea setiap tiga hari dilansir Antara.
Kemampuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih cepat dan akurat untuk mendukung berbagai sektor strategis. Pemerintah Korea Selatan akan memanfaatkan satelit ini untuk pemantauan lahan pertanian, pengelolaan hutan, mendeteksi perubahan kawasan hutan, penanggulangan bencana alam, analisis perubahan iklim, hingga meningkatkan keselamatan masyarakat.
Peluncuran satelit observasi Bumi keempat ini sekaligus menunjukkan semakin kuatnya komitmen Korea Selatan dalam mengembangkan teknologi antariksa nasional serta memperluas pemanfaatan data satelit bagi pembangunan dan perlindungan lingkungan.