China Kuasai Paten Fintech Dunia, Tinggalkan AS dan Jepang dalam Satu Dekade


 China Kuasai Paten Fintech Dunia, Tinggalkan AS dan Jepang dalam Satu Dekade China Kuasai Paten Fintech Dunia, Tinggalkan AS dan Jepang dalam Satu Dekade. (Ilustrasi AI)

TOKYO, ARAHKITA.COM – Dominasi China di sektor teknologi kembali terlihat, kali ini melalui industri teknologi finansial (fintech). Dalam satu dekade terakhir, negeri tersebut bukan hanya menjadi negara dengan jumlah pengajuan paten fintech terbanyak di dunia, tetapi juga unggul dari sisi kualitas inovasinya.

Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan global di sektor keuangan digital semakin bergeser ke Asia. Di tengah pesatnya transformasi digital, perusahaan-perusahaan China berhasil memperkuat posisinya sebagai motor inovasi fintech dunia.

Laporan tersebut dipublikasikan Nikkei pada Selasa (7/7/2026), berdasarkan survei terhadap pengajuan paten fintech di 118 negara dan kawasan sepanjang periode 2016–2025. Riset dilakukan bersama firma riset Patent Result yang berbasis di Tokyo.

Selama sepuluh tahun terakhir, jumlah pengajuan paten fintech di seluruh dunia mencapai sekitar 120.000. Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan dekade sebelumnya, menandakan semakin pesatnya inovasi di sektor layanan keuangan berbasis teknologi.

China Kuasai Hampir 40 Persen Paten Fintech Dunia

Survei tersebut menunjukkan perusahaan-perusahaan asal China menyumbang lebih dari 38 persen dari seluruh pengajuan paten fintech global. Pangsa tersebut menjadi yang terbesar di dunia, sekaligus mencerminkan lonjakan signifikan karena meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan periode sepuluh tahun sebelumnya.

Di bawah China, Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan pangsa sekitar 17 persen, disusul Korea Selatan sebesar 9 persen, serta Jepang dengan 8 persen.

Bank dan Raksasa Teknologi China Mendominasi

Dominasi China juga terlihat pada daftar perusahaan dengan jumlah pengajuan paten fintech terbanyak.

Sebanyak delapan dari sepuluh posisi teratas ditempati perusahaan asal China. Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) berada di peringkat pertama dunia, disusul Bank of China, China Construction Bank, serta perusahaan teknologi Tencent yang juga masuk dalam jajaran pemimpin inovasi fintech global dikutip Antara.

Bukan Sekadar Banyak, tetapi Berkualitas

Keunggulan China tidak hanya diukur dari banyaknya paten yang diajukan. Survei Nikkei juga menilai kualitas paten berdasarkan nilai inovasi dan daya saingnya.

Hasilnya, China kembali menempati posisi teratas sebagai negara dengan kualitas paten fintech terbaik. Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat kedua dan Jepang menempati posisi ketiga.

Temuan ini memperlihatkan bahwa China tidak hanya mempercepat jumlah inovasi di sektor keuangan digital, tetapi juga menghasilkan teknologi yang dinilai memiliki nilai kompetitif tinggi di tingkat global. Kondisi tersebut semakin mempertegas posisi negara tersebut sebagai salah satu pusat perkembangan fintech dunia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru