PBB Desak AS dan Iran Segera Kembali Berunding, Peringatkan Dampak Konflik bagi Dunia


 PBB Desak AS dan Iran Segera Kembali Berunding, Peringatkan Dampak Konflik bagi Dunia Arsip foto - Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric. ANTARA/Anadolu/py.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Amerika Serikat dan Iran segera menghentikan aksi saling balas yang terus memanaskan situasi di Timur Tengah. Organisasi dunia itu menilai jalur diplomasi harus kembali diutamakan sebelum konflik berkembang menjadi ancaman yang lebih luas bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Di tengah meningkatnya ketegangan, PBB mengingatkan bahwa setiap eskalasi militer tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat, tetapi juga dapat memicu ketidakpastian di berbagai belahan dunia. Karena itu, pembicaraan damai dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk meredakan konflik.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa aksi saling serang harus segera dihentikan.

"Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global," kata Dujarric kepada wartawan, Jumat (10/7/2026), saat dimintai tanggapan mengenai perkembangan terbaru di Timur Tengah.

Ia menambahkan bahwa konflik tersebut juga berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia.

"Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan," ujarnya dikutip Antara.

Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

Seruan PBB disampaikan setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran pada Rabu dini hari.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyebut operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran juga menuduh Washington telah melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati kedua pihak.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (8/7) menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.

Dengan perkembangan tersebut, perhatian dunia kini tertuju pada upaya diplomatik yang diharapkan mampu mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang lebih besar. PBB menegaskan, dialog tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas internasional.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru