Gelombang Panas Ekstrem Landa Paris, Menara Eiffel dan Museum Louvre Tutup Lebih Awal


 Gelombang Panas Ekstrem Landa Paris, Menara Eiffel dan Museum Louvre Tutup Lebih Awal Papan elektronik menampilkan informasi tentang penutupan Menara Eiffel lebih awal karena suhu tinggi di Paris, Prancis, 23 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Wu Huiwo

PARIS, ARAHKITA.COM – Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis mulai berdampak pada aktivitas pariwisata di Paris. Sejumlah destinasi wisata paling populer, termasuk Menara Eiffel, Museum Louvre, dan Museum Orsay, memutuskan memangkas jam operasional demi menjaga keselamatan pengunjung dan para pekerja.

Lonjakan suhu yang diperkirakan terus berlanjut hingga pertengahan pekan depan membuat otoritas setempat mengambil langkah antisipatif. Bahkan, sekitar seperempat wilayah Prancis kini berada dalam status siaga merah akibat cuaca panas ekstrem.

Melalui situs resminya, Menara Eiffel mengumumkan bahwa objek wisata ikonik tersebut akan tutup lebih awal pada Sabtu (12/7) dan Minggu (13/7), yakni pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Biasanya, Menara Eiffel melayani pengunjung hingga pukul 00.45 dini hari waktu setempat.

Kebijakan serupa juga diterapkan oleh sejumlah museum besar di Paris. Museum Louvre akan menutup layanan pada pukul 16.00 waktu setempat hingga 13 Juli, sedangkan Museum Orsay memperpendek jam operasional hingga pukul 17.00 waktu setempat sampai 15 Juli.

Media-media di Prancis melaporkan bahwa gelombang panas kali ini menjadi salah satu yang paling signifikan pada musim panas tahun ini. Sekitar seperempat wilayah negara tersebut telah ditetapkan dalam status siaga merah karena tingginya risiko akibat suhu ekstrem dilansir Antara.

Badan meteorologi Prancis, Meteo-France, memperkirakan suhu maksimum di Paris mencapai sekitar 36 derajat Celsius pada Sabtu. Sementara itu, sejumlah wilayah lain diprediksi mengalami suhu yang lebih tinggi, berkisar 39 hingga 40 derajat Celsius.

Kondisi panas ekstrem tersebut diperkirakan masih akan bertahan hingga pertengahan pekan depan, sehingga masyarakat dan wisatawan diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengikuti informasi cuaca terbaru dari otoritas setempat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru