Ilustrasi - Ibu-ibu pengungsi Sudan menunggu untuk mengimunisasi anak -anak mereka di pusat kesehatan di Akuom Boma, Negara Bagian Bahr El Ghazal Utara, Sudan Selatan, pada 28 Februari 2024. (ANTARA/Xinhua/Denis Elamu)
KAIRO,ARAHKITA.COM - Sedikitnya 170 orang dilaporkan tewas akibat wabah kolera yang melanda Sudan dalam sepekan terakhir. Otoritas kesehatan dan organisasi kemanusiaan menyebut situasi ini sebagai darurat kesehatan, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak konflik dan minim akses medis.
Afrika timur dan selatan mengalami wabah kolera yang signifikan, dengan lebih dari 178.000 kasus dan hampir 2.900 kematian tercatat selama 15 bulan terakhir, menurut data terbaru dari Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
"Lonjakan kasus kolera telah terdeteksi di sejumlah provinsi (Sudan). Jumlah kasus yang tercatat dalam seminggu telah mencapai 2.729, dengan 172 kematian," kata kementerian kesehatan Sudan pada Selasa (27/5/2025).
Kementerian tersebut merinci bahwa sekitar 90 persen kasus kolera baru tercatat di ibu kota provinsi Khartoum.
Menurut data PBB, lebih dari 1.300 orang telah meninggal akibat kolera di Sudan pada paruh kedua 2024.
Kolera merupakan infeksi yang sangat menular yang menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Infeksi tersebut dapat menyebabkan diare berair akut dan dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa jam pada kasus yang parah jika tidak diobati dikutip dari Antara.