Jangan Anggap Sepele! Gejala Ini Bisa Berujung Kematian dalam 24 Jam


 Jangan Anggap Sepele! Gejala Ini Bisa Berujung Kematian dalam 24 Jam Ilustrasi - Deteksi meningitis atau infeksi selaput otak. ANTARA/Shutterstock/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Otoritas kesehatan di Inggris tengah menyelidiki wabah meningitis yang terjadi di wilayah Kent, tenggara Inggris. Wabah ini dilaporkan telah menyebabkan dua mahasiswa dari University of Kent dan kawasan Canterbury meninggal dunia serta sedikitnya 11 orang lainnya mengalami kondisi serius.

Dilaporkan Sky News, Selasa (17/3/2026), kasus ini menjadi perhatian serius karena muncul di tengah tren penurunan kasus dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala eksekutif badan amal Meningitis Now, Tom Nutt, menyebut kelompok paling rentan terhadap penyakit ini adalah bayi, anak-anak, hingga remaja, terutama mereka yang tinggal di lingkungan dengan interaksi sosial tinggi seperti kampus.

“Kasus penyakit semakin berkurang berkat efektivitas vaksin, yang sekarang tersedia di NHS,” kata Nutt.

“Jadi, mendapatkan kasus dalam jumlah besar seperti ini di Canterbury cukup mengejutkan dan sangat tidak biasa,” lanjutnya.

Penyakit berbahaya dan cepat menyebar

Meningitis merupakan peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang dapat mengancam jiwa. Penyakit ini juga berisiko menyebabkan kerusakan otak, gangguan saraf, hingga infeksi darah serius seperti sepsis.

Gejala yang umum muncul meliputi demam tinggi, sakit kepala hebat, leher kaku, tangan dan kaki dingin, kelelahan, hingga delirium. Kondisinya dapat memburuk dengan sangat cepat.

“Sekitar satu dari 10 orang yang terinfeksi dapat meninggal, dan penyakit ini bisa membunuh dalam waktu 24 jam atau kurang,” jelas Nutt.

Pelacakan dan pencegahan dilakukan

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah membagikan informasi kepada sekitar 30.000 warga di wilayah terdampak. Upaya pelacakan kontak juga dilakukan, termasuk pemberian antibiotik kepada individu yang berisiko untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Wabah ini diduga berkaitan dengan menurunnya tingkat vaksinasi selama pandemi, terutama di kalangan remaja. Sebelumnya, kasus meningitis sempat menurun drastis akibat pembatasan interaksi sosial.

Pentingnya vaksinasi

Di Inggris, layanan kesehatan nasional National Health Service menyediakan vaksin meningitis untuk bayi dan remaja. Bayi biasanya mendapatkan vaksin meningitis B, sedangkan remaja mendapat vaksin ACWY yang melindungi dari jenis lain yang juga berbahaya.

Para ahli kini mendorong agar cakupan vaksinasi diperluas, termasuk untuk remaja dan dewasa muda yang mungkin belum mendapatkan perlindungan optimal.

“Kami percaya semua orang yang paling berisiko harus mendapatkan vaksinasi tersebut,” tegas Nutt.

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk lebih waspada terhadap gejala meningitis maupun sepsis, serta segera mencari bantuan medis jika mengalami tanda-tanda yang mencurigakan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru