El Nino Godzilla Bisa Picu Heat Stroke hingga DBD pada Anak


 El Nino Godzilla Bisa Picu Heat Stroke hingga DBD pada Anak Ilustrasi - Sejumlah bocah bermain di area persawahan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Desa Pajukukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (25/6/2023). ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K), mengingatkan masyarakat tentang dampak serius fenomena El Nino “Godzilla” terhadap kesehatan anak-anak.

Menurut Piprim, fenomena El Nino berkekuatan ekstrem tersebut berpotensi memicu kekeringan panjang dan suhu panas yang lebih tinggi dari biasanya. Kondisi itu dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan pada anak.

“Fenomena El Nino Godzilla ini bisa memicu kekeringan ekstrem dan kenaikan suhu yang juga ekstrem. Dampaknya bisa cukup serius bagi anak-anak kita,” kata Piprim dalam webinar daring, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan menghadapi perubahan cuaca ekstrem karena kemampuan tubuh mereka dalam beradaptasi masih terbatas.

Cuaca panas berkepanjangan, lanjutnya, dapat menyebabkan dehidrasi hingga heat stroke atau serangan panas akibat tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu secara normal.

“Heat stroke merupakan kondisi darurat ketika suhu tubuh meningkat sangat tinggi akibat paparan panas berlebihan atau dehidrasi,” ujarnya.

Selain ancaman suhu panas, Piprim juga menyoroti dampak krisis air bersih akibat kekeringan yang bisa memicu berbagai penyakit berbasis air atau waterborne disease.

“Beberapa wilayah mungkin membuat anak terpaksa mengonsumsi air yang tidak bersih. Akibatnya bisa muncul penyakit seperti diare, disentri, hingga tifus,” katanya.

Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga dinilai berpotensi meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara genangan air hujan yang muncul secara sporadis dapat memicu berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Karena itu, Piprim meminta para orang tua lebih waspada terhadap kondisi anak selama cuaca panas ekstrem berlangsung.

Ia mengimbau orang tua memastikan kebutuhan cairan anak tercukupi dan membatasi aktivitas luar ruangan saat suhu sedang tinggi.

“Jangan menunggu haus saat anak beraktivitas di luar rumah. Gunakan topi atau pelindung kepala dan kalau bisa lebih banyak beraktivitas di dalam rumah,” ujarnya.

Selain peran keluarga, Piprim juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap akses air bersih dan ketahanan pangan di tengah ancaman El Nino.

“Isu El Nino ini bukan hanya soal perubahan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan anak-anak yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, El Nino “Godzilla” merupakan istilah untuk fenomena El Nino super kuat yang memicu perubahan cuaca ekstrem, terutama kemarau panjang.

Fenomena tersebut terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang mengubah pola angin dan pembentukan awan, sehingga curah hujan di Indonesia menurun drastis.

Akibatnya, musim kemarau dapat berlangsung lebih panjang, lebih cepat datang, dan lebih kering dibanding biasanya.


Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru