Apa Penyebab Wasir? Bagaimana Cara Pengobatan yang Tepat?


 Apa Penyebab Wasir? Bagaimana Cara Pengobatan yang Tepat? Mengenal penyebab, pengobatan, dan pencegahan wasir. (Ilustrasi Freepik.com)

APA sebenarnya penyebab wasir, dan bagaimana cara pengobatan yang tepat? Dokter bedah umum dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), dr. Retno Putri Arini, Sp.B menjelaskan bahwa hemoroid atau wasir atau ambeien itu adalah tiga hal yang sama, yaitu terjadinya pembengkakan pembuluh darah di daerah anus.

Dokter lulusan Universitas Dipenogoro itu mengatakan, pembengkakan pembuluh darah yang disebut wasir ini ada dua macam, yakni yang ada di dalam dan di luar.

Pada wasir dalam, pembuluh darah yang bengkak tidak terlihat dari luar anus. Sebaliknya, pada wasir luar, pembuluh darah yang bengkak bisa terlihat dari luar anus dan biasanya terasa nyeri.

"Yang ada derajatnya hanya wasir dalam, wasir di luar tidak ada derajatnya," kata dokter yang praktir di Rumah Sakit Permata Depok itu, dalam gelaran wicara daring di Jakarta, Kamis, dikutip Antara.

Berdasarkan ukuran dan tingkat keparahannya, wasir atau ambeien dapat dikelompokkan menjadi

1. Wasir derajat satu

Pembengkakan kecil, di dalam dinding anus dan tidak menonjol keluar anus.

2. Wasir derajat dua

Pembengkakan lebih besar, keluar dari anus saat buang air besar (BAB) dan masuk sendiri setelah BAB.

3. Wasir derajat tiga

Pembengkakan sudah besar, keluar dari anus dan tidak bisa masuk sendiri, tetapi masih bisa didorong dengan jari untuk masuk kembali.

4.Wasir derajat empat

Pembengkakan besar, keluar dan menggantung dari anus, tidak bisa didorong untuk masuk kembali.

"Secara umum, gejalanya biasanya saat BAB ada darah menetes, tapi tidak sakit. Kemudian bila bertambah parah, akan ada benjolan (di anus) saat BAB, setelah BAB benjolannya akan mengempes," kata Retno.

"Gejala yang tidak umum itu bisa terasa mengganjal, terasa panas, perih, gatal di daerah anus," sambungnya.

Pembengkakan dan peradangan pembuluh darah pada wasir atau ambeien umumnya disebabkan oleh tekanan yang terlalu besar di area anus.

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami wasir, seperti sembelit atau susah BAB dan tekanan di dalam panggul karena kehamilan atau kegemukan.

Pengobatan

Lalu bagaimana pengobatannya? "Pada pengobatan wasir ada dua cara, yaitu dengan obat-obatan dan tindakan," kata Retno.

Lebih lanjut, Retno menyarankan agar pasien wasir dapat merujuk diri ke dokter jika mengalami gejala di atas. Nantinya, dokter akan melakukan pengobatan wasir sesuai tingkat keparahan atau kondisi kesehatan pasien.

"Untuk derajat (wasir) mana saja, itu bisa dilakukan tindakan (medis) dan ada macam-macam tergantung keparahan wasirnya," katanya.

Wasir dapat ditangani dengan perawatan mandiri di rumah atau pemberian obat-obatan, baik obat wasir yang dijual bebas di apotek maupun dengan resep dokter. Jika perawatan mandiri dan pemberian obat-obatan belum bisa mengobati wasir, dokter akan melakukan tindakan medis.

"Kalau tindakan pila itu bagus untuk wasir internal atau dalam karena cara kerjanya benjolan wasir bisa disedot pakai alat, lalu pangkalnya nanti diikat, untuk wasir derajat 1 dan 2 itu bagus karena tidak ada risiko macam-macam," kata Retno.

Dia menambahkan, "Ada juga laser, ini prinsipnya mengempeskan benjolan. Lukanya ada, tapi lukanya hanya berupa luka tusukan untuk memasukkan mata laser ke bawah kulit dan tidak menimbulkan luka besar".

Selain pila dan laser, tindakan medis untuk memgobati wasir juga dapat dilakukan dengan radiofrekuensi, yakni membuang benjolan dan disarankan untuk wasir dalam berukuran besar.

Dibandingkan dengan tindakan pembuangan benjolan wasir konvensional, radiofrekuensi memiliki hasil lebih rapi dan kemungkinan perdarahannya lebih kecil. Selain itu, masa pemulihan pasien dengan tindakan radiofrekuensi terhitung lebih cepat.

Untuk mencegah kekambuhan wasir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Mulai dari mengonsumsi air putih sesuai anjuran, mengonsumsi serat dari buah dan sayur, mengonsumsi probiotik dari yogurt hingga olahraga teratur.

"Harus banyak mengonsumsi air putih, sehari 2 liter atau 8 gelas belimbing dan makan serat, terutama buah pepaya, melon, semangka," kata Retno.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru