Loading
Presiden Prabowo Subianto (keempat kiri) bersama Ketua Umum MUI Anwar Iskandar (kedua kanan) dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI Nusron Wahid (kedua kiri) menyapa warga saat menghadiri Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Istiqlal. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk membenahi persoalan besar bangsa, terutama praktik korupsi yang masih melibatkan sejumlah pejabat negara. Dalam pidatonya, Prabowo mengutip ayat suci Al-Qur’an sebagai pengingat bahwa perubahan bangsa harus dimulai dari kesadaran bersama.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Di hadapan sekitar 58.000 umat Muslim, Prabowo mengutip Surat Ar Ra’d ayat 11.
“Allah Subhanahu wa ta’ala tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu mengubah keadaan dirinya sendiri,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaMenurut Prabowo, ayat tersebut menjadi landasan moral sekaligus dorongan kuat bagi seluruh elemen bangsa untuk berani berubah, termasuk dalam memberantas korupsi yang selama ini menggerogoti kekayaan negara.
Presiden menegaskan dirinya tidak akan bersikap setengah-setengah dalam menghadapi para pelaku korupsi. Ia mengakui bahwa upaya penegakan hukum kerap menghadapi perlawanan dari kelompok yang merasa terancam kepentingannya.
“Kita harus menjaga Republik ini dan menjaga kekayaan bangsa. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Setiap kali hukum ditegakkan, kelompok koruptor selalu melawan balik,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa berbagai upaya adu domba dan provokasi kerap dimunculkan agar pemerintahan yang bersih tidak terwujud.
Baca juga:
Khofifah Diperiksa KPK Selama Empat Jam“Mereka ingin bikin kerusuhan dan memecah belah kita, karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di Republik Indonesia ini,” lanjutnya.
Meski menghadapi tantangan berat, Presiden Prabowo memastikan dirinya tetap berpegang teguh pada konstitusi dan hukum yang berlaku. Ia berjanji untuk menegakkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta seluruh peraturan perundang-undangan tanpa kompromi.
“Saya tidak akan ragu-ragu dan tidak akan mundur setapak pun. Terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia yang memberi saya suntikan keberanian. Ulama dan umara harus bersatu untuk menegakkan keadilan di bumi Indonesia,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya persatuan umat dan ulama sebagai kunci utama menjaga keselamatan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan rasa curiga, kebencian, serta perpecahan masa lalu.
“Keselamatan bangsa hanya bisa terwujud jika kita bersatu. Perbedaan dan persaingan itu baik, tetapi setelah itu kita harus bersatu demi keselamatan bangsa dan menghormati semua golongan,” pungkas Presiden Prabowo.