Loading
Kegiatan Give Back Sale 2019
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Indonesia untuk kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan bersama Bibli.com dan Ke:Kini kembali bekerja sama menggelar Give Back Sale (GBS) pada tanggal 22-24 Mei 2019. Kegiatan ini merupakan sebuah acara galang dana melalui penjualan barang-barang pre-loved yang telah diselenggarakan sejak tahun 2016.
Dana yang digalang melalui Give Back Sale akan didonasikan untuk para perempuan korban melalui program Pundi Perempuan yang dikelola oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan. Pundi Perempuan kemudian akan menyalurkan dana ke Wowen’s Crisis Center (WCC), sebuah kumpulan indoividu, komunitas, dan lembaga pengada layanan yang membantu perempuan korban kekerasan, perempuan pekerja kemanusiaan, dan lembaga pengada layanan yang membantu perempuan korban kekerasan, perempuan pekerja kemanusiaan, dan komunitas atau organisasi perempuan di Indonesia.
Dalam konferensi pers Give Back Sale di Ke:Kini Jakarta kemarin, Magdalena Sitorus, Komisioner Komnas Perempuan menyoroti begitu banyak kekerasan yang terjadi di ranah domestik, publik dan wilayah konflik tetapi dukungan atau akses dana belum merata atau bahkan yang mengalami kesulitan akses.
Baca juga:
Mariana Amiruddin, Segera Sahkan RUU PKS“Komnas Perempuan mencoba membuat sesuatu dengan menggunggah partisipasi masyarakat dalam garage sale ini, yang merupakan salah satu bentuk fund raising yang dilakukan Komnas Perempuan bersama IKa,” ungkap Magdalena.
Dituturkannya, pengumpulan barang dari publik ini, donasikan melalui hibah Pundi Perempuan. “Komnas Perempuan berharap kerja sama semakin meluas. Kita melihat ada kemajuan. Mari kita bantu mereka melalui Women’s Crisis Center dan lembaga-lembaga lain yang melakukan pendampingan terhadap perempuan yang mengalami tindak kekerasan,” papar Magdalena. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Give Back Sale terus mengumpulkan barang-barang pre-loved yang berasal dari donasi publik. Namun kali ini, GBS juga menjalin kerjasama perdana dengan perusahaan mal onliner Blibli.com yang telah mendonasikan produk-produk fashion untuk dijual di GBS.
Direktur IKa, Anik Wusari mengatakan selain mendukung kerja-kerja perempuan dan kemanusiaan. Indonesia untuk Kemanusiaan dan komas perempuan selama ini juga mengajak banyak pihak termasuk perusahaan untuk mendukung para perempuan korban kekerasan. “kami mendorong semua pihak untuk bergerak bersama dalam berdsonasi untuk mendukung perempuan korban kekerasan,” ujar Anik Wisari.
Pengumpulan barang donasi dari publik telah dilakukan hingga tanggal 10 Mei 2019. Macam-macam barang yang telah dikumpulkan antara lain berupa pakaian, sepatu, aksesoris, mainanan anak, buku, dan masih Banyak lagi. Masyarakat yang datang mendonasikan barangnya tidak hanya dari Jakarta namun juga dari kota-kota lain. Hingga batas pengumpulan donasi ditutup pun masih banyak masyarakat yang ingin berdonasi.
Dana hibah yang diperoleh dari publik akan diberikan ke lembaga pendampingan korban kekerasan. Lembaga yang memperoleh dana hibah harus melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim yang berjumlah 5 orang. Adapun kriteria dari penerima donor adalah pertama, belum memiliki akses terhadap lembaga lain atau lembaga donor. Kedua, menangani kasus kekerasan terhadap perempuan sedikitnya 5 kasus perbulan. Ketiga, memiliki 2 sumber referensi atau jaringan. Keempat, lembaga yang bersangkutan sudah ada pembagian tugas dan tanggung jawab untuk mengurangi resiko penyalahgunaan dana. “Kami tidak menyasar pada organisasi yang sudah mapan justru kita mencari komunitas di daerah yang konsisten selama beberapa tahun mendampingi korban kekerasan. Seperti orang-orang yang berkelompok di pedalaman atau pengurus PKK. Atau organisasi yang baru tumbuh dan lokasinya pun tidak berada di kabupaten melainkan di desa dan kelurahan,” ujar Anik menambahkan.
Mal online Bibli.com turut berpatisipasi di GBS tahun ini karena menyadari pentingnya untuk mendukung inisiatif-inisiatif positif untuk perempuan. Kali ini, Bibli.com meyumbangkan ratusan produk fashion untuk dijual di GBS, dimana dana yang dihasilkan akan diberikan pada Pundi Perempuan untuk disalurkan kepada Women’s Crisis Center.
Data dari Komnas Perempuan menyebutkan bahwa di tahun 2013 terdapat 279.688 kasus kekerasan terhadap perempuan, tahun 2016 terdapat 321.725 kasus dan 348.477 kasus terjadi selama tahun 2017 dan di tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 14% atau berjumlah 406.178 kasus.