Selasa, 27 Januari 2026

Tausiyah Kebangsaan, Ustaz Mukti Ali Sebut Cinta Tanah Air Bagian dari Agama


 Tausiyah Kebangsaan, Ustaz Mukti Ali Sebut Cinta Tanah Air Bagian dari Agama Ketua LBM PW-NU Provinsi DKI Jakarta, Ustaz Mukti Ali Qusyairi, Lc, MA ketika mengisi Tausiyah kebangsaan dalam acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada hari Selasa, 21 Mei 2019, di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur. (Arahkita/Farida Denura)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua LBM PW-NU Provinsi DKI Jakarta, Ustaz Mukti Ali Qusyairi, Lc, MA ketika mengisi Tausiyah kebangsaan dalam acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada hari Selasa, 21 Mei 2019, di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur mengatakan seluruh umat beragama di Indonesia ketika mendirikan NKRI bersepakat menjadi satu bangsa, satu tanah air.

Pendiri NKRI kata dia telah sepakat bersatupadu membangun bangsa, karenanya barang siapa yang ingin mengganti kesepakatan bangsa ini berarti dia telah berkhianat, mengingkari janjinya. Semua kata dia bersepakat untuk bersama memajukan NKRI.  

Ustaz Mukti Ali ketika membawakanTausiyah Kebangsaan bertema "Merawat Ukhuwah Wathaniyah dalam Bingkai Pancasila & NKRI" mengatakan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari agama dan semua warga negara Indonesia sepakat bersatupadu membangun bangsa Indonesia dan itu berdasarkan kesepakatan.

"Barangsiapa yang ingin mengganti kesepakatan bangsa ini berarti dia telah berkhianat, ingkar janjinya. Pengkhianat dalam Islam dilarang secara tegas. Semua bersepakat untuk bersama memajukan Indonesia. Karenanya kita wajib cinta tanah air, menjaga kerukunan dan kedamaian di Indonesia,"tandas Ustaz Mukti Ali yang sekarang juga mengelola rumahkitab.com, sebuah layanan untuk menjadikan Islam dan Indonesia menjadi Rumah Kita Bersama atau disingkat rumahkitab.

Menurut dia tanah air Indonesia dimana kita lahir, kita mempertahankan bumi, air dan berbagai hajat hidup maka kita wajib cinta tanah air. Cinta tanah air diwujudkan dengan menjaga kerukunan dan kedamaian indonesia. .

Ustaz Mukti Ali lebih lanjut menjelaskan soal ukhuwah. Ada tiga ukhuwah, pertama antarumat Islam, persaudaraan setanah air, sebangsa yakni ukhuwah wathaniyah dan persaudaraan antarsesama umat manusia. Dan sekarang kata dia betapa pentingnya menjaga ukhuwah wathaniyah, persaudaraan setanah air, persaudaraan sebangsa sebab NKRI merupakan tanah kelahiran kita semua, kita lahir di sini, makan minum dian hidup disini dan ini adalah tumpah darah kita bersama.

Penggagas ukhuwah wathaniyah itu sendiri kata dia adalah tokoh Pesantren, Ahmad Sidiq. Lanjut Ustaz Mukti Ali apakah cinta tanah air itu bagian dari agama? Cinta tanah air itu adalah bagian dari agama, dalam hal bersatupadu membangun peradaban bangsa dan itu berdasarkan kesepakatan dan ada ikatan janji. Bersepakat satu bangsa, satu nusa, satu tanah air.

Islam menurut dia menghargai perbedaan dan perbedaan justru saling melengkapi, tolong menolong dan bahu membahu. Islam sangat toleran, menghargai umat non muslim, menghormati seluruh manusia.

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH, MH dalam percakapan dengan arahkita.com mengatakan dalam bulan Ramadhan ini UKI menghargai umat muslim dan momen berbuka puasa ini tak lain untuk merajut toleransi antar umat beragama.

Nilai Toleransi

b5c44c87-1d80-441b-8996-423851b973b7

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH, MH foto bersama anak-anak dari Komunitas Gumul Juang yang merupakan komunitas binaan Fakultas Sastra UKI. Komunitas tersebut beranggotakan anak-anak sekitar kampus UKI dari latar belakang agama yang berbeda beda. (Arahkita/Farida Denura)

Dalam pidatonya di acara buka puasa bersama Keluarga besar UKI, Dhaniswara menyerukan agar masyarakat menjunjung nilai-nilai toleransi serta menjalankannya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Seluruh masyarakat Indonesia bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika yang berlandaskan pancasila. Kita bersaudara semua, toleransi beragama harus jalankan dengan baik menggunakan hati yang tulus dan ikhlas. Kita harus saling menghargai satu sama lainnya. Keluarga besar UKI bersama-sama mendengarkan tausyiah dari Ustaz dan berbuka bersama. Selamat menjalankan ibadah puasa,” ungkap Dhaniswara.

Rektor UKI juga mencontohkan sikap toleransi yang ditampilkan oleh Komunitas Gumul Juang yang merupakan komunitas binaan Fakultas Sastra UKI. Komunitas tersebut beranggotakan anak-anak sekitar kampus UKI dari latar belakang agama yang berbeda beda. Komunitas Gumul Juang tampil menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, lagu Dalam Tuhan Kita Bersaudara serta mengajak para tamu Bersholawat bersama.

Buka Puasa Bersama ini juga untuk menjalin tali persaudaraan dan silaturahmi antara UKI dengan aparat pemerintah daerah, tokoh masyarakat setempat, serta wartawan dari media cetak, visual, audio yang bekerjasama dengan UKI. Silaturahmi antara tokoh agama, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat serta media diharapkan dapat memberikan kesejukan terkait kondisi bangsa saat ini setelah kondisi politik Indonesia yang memanas pasca-pilpres 2019.

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar UKI dihadiri Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH, MH, MBA beserta jajarannya, pimpinan Fakultas, Kepala Biro, Kepala Program Studi, Karyawan UKI yang beragama Muslim, anak-anak Komunitas Gumul Juang, Ikatan Alumni UKI (IKA UKI), serta tokoh masyarakat setempat UKI dan media partner UKI.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru