Loading
Ketua LP3KN Adrianus Meliala menjelaskan penyelenggaraan PESPARANI Katolik Nasional I di Ambon dalam acara temu wartawan di , di Gedung Karya Pastoral, Jalan Katedral No.5, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018). (Foto: Arahkita/Farida Denura)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ambon terpilih sebagai kota penyelenggara Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ke-17 yang diselenggarakan Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) serta dorongan kuat dari masyarakat beragama di sana.
"Aspirasi masyarakat, terutama Ambon sangat kuat mendorong untuk dilaksanakan PESPARANI. Waktu itu mereka sudah lakukan di tingkat provinsi yakni di Langgur. Mereka merasa ini mestinya ada di tingkat nasional. Kemudian Kemenag didorong untuk melaksanakan,"terang Ketua LP3KN Adrianus Meliala dalam temu pers yang berlangsung di Gedung Karya Pastoral, Jalan Katedral No.5, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).
Dijelaskan Adrianus, pada tahun 2013 di Dobo dideklarasikan Dari Maluku untuk Indonesia dan mereka mendorong semua pihak hingga minta ke KWI, Kementerian Agama agar dilegal formalkan supaya semua pihak bisa terlibat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat untuk bisa mendanai. Ini menurut Adrianus merupakan inisiatif yang sangat baik dalam arti tertentu Katolik dirangkul menjadi bagian dari Indonesia.
"Deklarasi Langgur mendorong kita berpikir maka diputuskan dalam Munaslub Juli 2017 kegiatan ini dilaksanakan di Ambon. Yang sangat mengesankan adalah orang-orang yang mendorong, bukan hanya Katolik saja akan tetap dari kalangan Muslim dan Protestan,"ungkap Adrianus.
Sekretaris Umum LP3KN Toni HF Pardosi mengatakan, dorongan itu bukan saja berasal dari umat Katolik sendiri, melainkan umat lainnya seperti Protestan dan Islam.
"Ini aspirasi masyarakat, terutama Ambon, mereka mendorong kuat ini dilaksanakan. Yang cukup mengesankan mereka yang mendorong itu bukan hanya katolik, tapi protestan dan muslim juga," ujar Toni.
Disamping itu tambah Adrianus, banyak dari masyarakat Ambon yang memang terbukti cukup berpengalaman ketimbang kota lainnya untuk menyelenggarakan pesta paduan suara ini. Alasan lainnya adalah kota Ambon telah lama di daulat sebagai laboratorium kerukunan umat beragama.
Terpilihnya Ambon menjadi lokasi event dilaksanakan juga bisa menambah kontribusi positif bagi warga Ambon sendiri. Baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun penguatan sebagai kota persatuan keberagaman.
"Ini sesuatu yang kontributif juga untuk Ambon sendiri. Karena Ambon sudah di daulat jadi wilayah kerukunan beragam, jadi ini seperti gayung bersambut lah," kata Adrianus.
Pesta Paduan Suara Katolik Nasional ini bakal diselenggarakan pada 27 Oktober hingga 2 November 2018 mendatang di Ambon, Maluku dengan melibatkan 8.000 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.
Sementara untuk pembukaannya bakal di buka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober mendatang di Lapangan Merdeka Ambon.