Pasca Banjir, Polri Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Sumbar


  • Jumat, 26 Desember 2025 | 19:45
  • | News
 Pasca Banjir, Polri Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Sumbar Polri menggelar bakti kesehatan di Sumatera Barat untuk membantu menangani penyakit yang menerpa masyarakat pascabencana banjir. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan bakti kesehatan di sejumlah wilayah Sumatera Barat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir. Program ini difokuskan pada pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan bahwa berbagai keluhan kesehatan muncul saat warga mendapatkan layanan medis dari tim Polri.

“Pelayanan kesehatan meliputi keluhan seperti demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, diare, dan hipertensi,” ujar Susmelawati dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/12/2025) seperti dikutip dari Antara

Menurutnya, kegiatan bakti kesehatan tersebut telah menjangkau 222 warga yang tersebar di beberapa posko pengungsian dan hunian sementara (huntara) di wilayah terdampak banjir.

Rincian pelayanan kesehatan dilakukan di Posko Huntara Lubuk Buaya sebanyak 39 orang, Posko Nanggalo 20 orang, Posko Sungai Lareh 26 orang, Posko Tabing Banda Gadang 27 orang, Posko Gunung Nago Pauh 28 orang, serta Posko Air Dingin 28 orang.

“Selain itu, Posko Gurun Laweh melayani 26 orang dan Posko Tanjung Raya Maninjau di wilayah Polres Agam melayani 28 orang,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Polri telah mendirikan 91 posko tanggap bencana di tiga provinsi terdampak banjir. Posko tersebut difungsikan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan kesehatan.

Hingga saat ini, tercatat 37.867 warga telah menerima layanan kesehatan dari Polri, dengan keluhan terbanyak berupa demam, batuk, diare, gangguan kulit, dan masalah pencernaan.

“Hal-hal ini menjadi prioritas kami. Selain penanganan fisik, kami juga memperkuat pengendali lapangan agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif,” kata Dedi.

Perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga itu menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan kualitas penanganan bencana sesuai arahan Kapolri.

“Polri harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tutupnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru