Kamis, 22 Januari 2026

Tanggul Sungai Kalimalang Jebol, Ratusan Warga di Telukjambe Barat Terdampak Banjir


  • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:15
  • | News
 Tanggul Sungai Kalimalang Jebol, Ratusan Warga di Telukjambe Barat Terdampak Banjir Warga menyaksikan kondisi tanggul sungai Kalimalang yang jebol di wilayah Telukjambe Barat Karawang. (ANTARA)

KARAWANG, ARAHKITA.COM – Banjir melanda wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah tanggul Sungai Kalimalang dilaporkan jebol pada Jumat. Peristiwa ini menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga di sejumlah titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Usep Supriatna, mengatakan petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi warga terdampak menggunakan perahu.

“Begitu menerima laporan jebolnya tanggul, kami langsung menurunkan tim dan mengerahkan perahu untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan,” ujar Usep di Karawang, Jumat (16/1/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman serta memindahkan kendaraan dan barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih parah.

Dalam penanganan darurat, BPBD Karawang juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna mempercepat penanganan tanggul yang jebol.

“Material penanganan berupa bronjong dan karung pasir sudah dikirimkan ke lokasi untuk menahan luapan air agar tidak semakin meluas,” kata Usep seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, BPBD meminta PJT II Jatiluhur menutup salah satu pintu bendungan yang mengaliri Sungai Kalimalang sebagai langkah untuk mengurangi debit air.

Titik tanggul yang jebol berada di wilayah Telukjambe Barat dengan lebar sekitar lima meter. Akibatnya, air sungai meluap hingga ke sipon saluran sekunder Cisalak dan merendam permukiman warga di Dusun Cisalak, Desa Margakaya.

Berdasarkan data awal, sekitar 400 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut berpotensi memburuk seiring meningkatnya debit air dari sungai.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir. Ia mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 09.20 WIB terkait adanya pengikisan tanggul sebelum akhirnya jebol.

“Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan Dinas PUPR, BPBD, Dinas Sosial, serta berkoordinasi dengan PJT II Jatiluhur untuk penanganan cepat di lapangan,” ujar Aep.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh pihak terkait yang sigap menangani kondisi darurat tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur, PJT II, BBWS, dan semua pihak yang bergerak cepat membantu penanganan banjir ini,” katanya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru