Kamis, 22 Januari 2026

BPBD DKI: Hingga Minggu Sore Banjir Belum Surut, Sejumlah Warga Jakarta Mengungsi


  • Minggu, 18 Januari 2026 | 17:00
  • | News
 BPBD DKI: Hingga Minggu Sore Banjir Belum Surut, Sejumlah Warga Jakarta Mengungsi Pengendara sepeda motor menerobos banjir di ruas Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta menyebabkan banjir masih menggenangi sejumlah kawasan hingga Minggu (18/1/2026) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan masih terdampak genangan air.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa kondisi banjir tersebar di empat wilayah administrasi dengan ketinggian yang bervariasi.

“Hingga pukul 15.00 WIB, genangan masih terjadi di 21 RT Jakarta Barat, 13 RT Jakarta Pusat, tiga RT Jakarta Timur, dan lima RT Jakarta Utara dengan ketinggian air antara 10 hingga 90 sentimeter,” ujar Yohan di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Di Jakarta Barat, genangan tertinggi tercatat di Kelurahan Kedaung Kali Angke yang mencapai 20–50 cm di delapan RT. Sementara di Jakarta Timur, banjir terdalam berada di Kelurahan Rawa Terate dengan ketinggian air mencapai 50–90 cm. Adapun Jakarta Pusat dan Jakarta Utara masing-masing mengalami genangan rata-rata 20–45 cm di sejumlah kelurahan.

Selain permukiman warga, banjir juga merendam 23 ruas jalan, terutama di Jakarta Utara yang mencatat 14 titik genangan dengan ketinggian air hingga 100 cm. Beberapa ruas jalan yang terdampak di antaranya Jalan Muara Baru, Jalan Kalibaru Barat II, dan kawasan sekitar Pelabuhan Nizam Zachman. Sementara di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, genangan masih terjadi di sejumlah jalur utama dengan ketinggian 15–50 cm.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, tercatat 12 kepala keluarga atau 24 jiwa mengungsi ke RPTRA Alur Anggrek dan Masjid Istiqomah.

“Warga kami arahkan ke lokasi pengungsian yang lebih tinggi untuk menghindari risiko lanjutan,” jelas Yohan seperti dikutip dari Antara.

Meski demikian, BPBD mencatat sejumlah wilayah dan ruas jalan mulai mengalami surut, terutama di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, serta Jakarta Pusat. Upaya percepatan penanganan terus dilakukan dengan mengerahkan petugas gabungan dari berbagai dinas terkait.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

“Jika terjadi kondisi darurat, warga dapat segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa,” kata Yohan.

Ia menambahkan, BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan terus melakukan pemantauan, penyedotan genangan, serta memastikan saluran air berfungsi optimal.

“Kami juga berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Target kami, genangan bisa surut secepatnya,” pungkas Yohan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru