Selasa, 27 Januari 2026

Banjir Kepung Kabupaten Bekasi, Air Capai Dua Meter di Sejumlah Titik


  • Minggu, 18 Januari 2026 | 20:00
  • | News
 Banjir Kepung Kabupaten Bekasi, Air Capai Dua Meter di Sejumlah Titik Petugas melakukan upaya evakuasi korban banjir di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. (Antara)

KABUPATEN BEKASI, ARAHKITA.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, selama hampir satu hari penuh memicu banjir luas di berbagai kecamatan. Luapan sejumlah sungai besar menyebabkan air masuk ke permukiman warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat banjir terjadi di 16 kecamatan dan 40 desa. Dampaknya, sebanyak 4.622 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak hingga Minggu (18/1/2026).

“Curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama membuat beberapa sungai utama meluap,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, di Cikarang.

Menurut Dodi, sungai-sungai yang meluap di antaranya Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang. Hujan lebat yang turun merata di wilayah hulu dan hilir mempercepat peningkatan debit air.

“Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai dua meter di lokasi terparah,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Kondisi banjir diperparah oleh sistem drainase yang belum optimal serta luapan sungai dan saluran irigasi. Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Buni Bakti yang terdiri dari enam dusun. Luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8 mengakibatkan lebih dari 1.000 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

Sementara itu, Kecamatan Cabangbungin menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Luapan Kali Ciherang menggenangi Kampung Cabang Dua, RT 07 hingga RT 18, dengan total 1.213 KK terdampak dan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Banjir dengan ketinggian ekstrem juga terjadi di Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara. Di lokasi ini, air dilaporkan mencapai 200 sentimeter sehingga tim gabungan dari BPBD, PMI, dan Brimob melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.

“Wilayah dengan genangan di atas satu meter menjadi prioritas evakuasi. Kami menurunkan personel serta peralatan pendukung, termasuk perahu karet,” kata Dodi.

Selain permukiman warga, sejumlah kawasan perumahan padat penduduk ikut terendam. Di Tambun Utara dan Tambun Selatan, banjir melanda Perumahan Papan Mas, Graha Prima, Setia Mekar Jatimulya, hingga Pusaka Rakyat dengan ketinggian air 60 hingga 110 sentimeter.

Di wilayah Cikarang Barat, genangan terjadi di Telaga Asih, Komplek Depsos, Rawa Citra, Babakan, dan Kampung Bedeng. Ketinggian air berkisar antara 25 hingga 50 sentimeter, menyebabkan akses jalan terputus dan aktivitas warga terhenti.

BPBD juga mencatat banjir di Kelurahan Wanasari yang meliputi Perum Kartika, Villa Mutiara Jaya, Regency 2, Citra Villa, hingga kawasan Tridaya dan Trias. Proses pendataan dampak masih terus dilakukan di sejumlah titik yang belum surut.

Tak hanya berdampak pada permukiman, banjir juga merugikan sektor pertanian. Di Kecamatan Pasir Tanjung, luapan Sungai Cibeet merendam sekitar 45 hektare lahan padi, 7,2 hektare kolam ikan, serta 1,5 hektare lahan pertanian lainnya.

Sebagian warga terpaksa mengungsi, baik secara mandiri ke rumah kerabat maupun ke lokasi pengungsian darurat. Di Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, sebanyak 10 KK tercatat mengungsi akibat luapan Kali Sadang yang merendam rumah hingga setinggi 80 sentimeter.

“Sebagian warga memilih mengungsi mandiri. Namun, untuk wilayah berisiko tinggi, evakuasi tetap kami lakukan,” jelas Dodi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, memastikan seluruh unsur terkait terus disiagakan untuk menangani dampak banjir. Pemantauan debit air, pendataan korban terdampak, serta distribusi bantuan logistik terus dilakukan.

“Kami berkoordinasi dengan kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, PMI, dan relawan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Muchlis.

Ia juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor jika debit air kembali meningkat.

“Cuaca masih dinamis. Kami minta masyarakat tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru