Kamis, 22 Januari 2026

Banjir Rendam Beberapa Stasiun, Perjalanan KRL Daop 1 Jakarta Direkayasa


  • Minggu, 18 Januari 2026 | 21:40
  • | News
 Banjir Rendam Beberapa Stasiun, Perjalanan KRL Daop 1 Jakarta Direkayasa Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memberikan keterangan terkait perjalanan kereta api jarak jauh yang terdampak banjir di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (18/1/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Genangan air akibat banjir membuat operasional KRL/Commuter Line di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengalami penyesuaian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan sejumlah stasiun terdampak sehingga pola perjalanan harus direkayasa, terutama pada lintas loop line Jakarta Kota dan relasi menuju Tanjung Priok.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, hambatan operasional terjadi di beberapa titik karena rel ikut terendam air.“Untuk Daop 1 ada sedikit hambatan. Ada beberapa stasiun seperti Kampung Bandan, Pasoso, Tanjung Priok, dan Jakarta Kota. Itu relnya terendam genangan air,” kata Bobby dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Loop Line dan Tanjung Priok Terdampak

Akibat kondisi tersebut, KAI melakukan perubahan pola operasi KRL sejak pagi hari. Rekayasa perjalanan terutama diterapkan pada rute yang melayani loop line Jakarta Kota serta lintas menuju Stasiun Tanjung Priok.

Bobby menyebut, penyesuaian ini dilakukan agar layanan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.Sementara itu, ia memastikan untuk jalur Bogor–Bekasi tidak ditemukan gangguan akibat banjir. Artinya, layanan pada lintas tersebut tetap berjalan normal tanpa hambatan.

8 Kereta Jarak Jauh Dibatalkan

Tak hanya KRL, genangan air juga berdampak pada perjalanan kereta jarak jauh di Daop 1. KAI mengumumkan ada delapan perjalanan KA jarak jauh yang dibatalkan.Pihak KAI berharap proses pemulihan dapat dilakukan secepatnya. “Mudah-mudahan segera bisa dimitigasi dan dilakukan recovery operasional,” ujar Bobby.

Keselamatan Jadi Prioritas

Bobby menegaskan bahwa setiap keputusan penyesuaian operasional dilakukan semata-mata demi keselamatan penumpang dan perjalanan kereta.Menurutnya, genangan di jalur rel berpotensi memicu gangguan teknis, seperti korsleting atau short circuit, yang justru dapat memperluas dampak gangguan.

“Bisa konslet yang menyebabkan trouble lebih luas lagi,” ucapnya.

Rekayasa Operasi Masih Berlangsung di Beberapa Lintas

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Heri Siswanto menambahkan, hingga siang hari masih ada lintas tertentu yang dibatalkan maupun direkayasa.

“Tadi pagi juga dan sampai sekarang untuk lintas tertentu kami masih membatalkan KA. Untuk Jakarta Kota–Tanjung Priok sampai saat ini masih batal,” kata Heri dikutip Antara.

Selain itu, KAI juga menerapkan rekayasa perjalanan untuk lintas lain. Pada lintas Cikarang–Bekasi, sejumlah perjalanan yang biasanya melewati Manggarai dilakukan putar balik hingga Stasiun Angke, sementara perjalanan yang melewati Pasar Senen dikembalikan hingga Stasiun Kemayoran.

Bogor–Jakarta Kota Kembali Normal

Kabar baiknya, layanan KRL pada rute Bogor–Jakarta Kota dilaporkan sudah kembali berjalan normal.

KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi perjalanan melalui kanal resmi sebelum berangkat, mengingat kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru