Cuaca Buruk, Dishub DKI Hentikan Sementara Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu


  • Rabu, 28 Januari 2026 | 22:30
  • | News
 Cuaca Buruk, Dishub DKI  Hentikan Sementara Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu Cuaca Buruk, Dishub DKI Hentikan Sementara Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu. (Antaranews/Antara/Siti Nurhaliza)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta kembali menghentikan sementara operasional kapal cepat rute Kepulauan Seribu yang diberangkatkan dari Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penghentian ini dilakukan karena kondisi cuaca di perairan Jakarta dan Kepulauan Seribu dinilai masih belum aman untuk pelayaran.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub DKI Jakarta, Muhamad Wildan Anwar, mengatakan hingga Rabu operasional kapal cepat belum dapat dibuka kembali. Menurutnya, faktor utama penghentian layanan adalah kondisi cuaca yang belum kondusif berdasarkan pemantauan terbaru.

"Hari ini, kapal cepat menuju Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Muara Angke juga belum dapat dioperasikan kembali karena cuaca masih belum kondusif," kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dishub Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Wildan Anwar di Jakarta, Rabu.

Wildan menjelaskan, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menunjukkan kecepatan angin di wilayah Kepulauan Seribu mencapai 11 hingga 15 knot. Sementara itu, tinggi gelombang berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan awak kapal.

Sebelumnya, layanan kapal cepat dari Pelabuhan Muara Angke telah dihentikan sejak Minggu, 25 Januari, hingga Selasa, 27 Januari 2026. Namun hingga pertengahan pekan ini, kondisi perairan belum memungkinkan untuk kembali melayani pelayaran.

Selain faktor cuaca, Dishub DKI juga mempertimbangkan belum diterbitkannya izin berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan sebagai syarat utama sebelum kapal diizinkan kembali beroperasi. Operasional kapal baru akan dibuka setelah cuaca dinyatakan aman dan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi.

Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait layanan angkutan perairan melalui kanal resmi pemerintah provinsi. Informasi terbaru akan diumumkan seiring dengan perkembangan kondisi cuaca.

Pengawas Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub DKI Jakarta, Mulyadi, menambahkan bahwa penghentian operasional berlaku untuk seluruh empat lintasan utama, baik menuju Kepulauan Seribu Selatan maupun Kepulauan Seribu Utara. Ia meminta masyarakat mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan perjalanan laut saat cuaca belum mendukung.

Bagi penumpang yang telah membeli tiket, Mulyadi memastikan tidak perlu khawatir. Seluruh biaya akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pembelian awal. Menurutnya, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Di sisi lain, dilansir Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta kembali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di Jakarta dan dapat menimbulkan dampak hidrometeorologi.

BPBD DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk rutin memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan melalui kanal informasi resmi, termasuk pemantauan tinggi muka air dan pembaruan informasi banjir, guna meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru