Loading
Banjir melanda rumah warga di RW 04 Cipinang Melayu Kecamatan Makasar Jakarta Timur. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Banjir kembali merendam permukiman warga di RW 03 dan RW 04 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (29/1/2026). Dampak genangan air yang cukup tinggi membuat dua kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi, sementara sejumlah balita dievakuasi demi keselamatan.
Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo, mengatakan pengungsian dilakukan karena rumah warga sudah tidak memungkinkan untuk ditempati, terutama bagi keluarga yang memiliki balita.
“Tadi pagi ada dua KK yang mengungsi karena kondisi rumahnya terendam cukup tinggi dan mereka memiliki balita. Kami utamakan keselamatan anak-anak,” ujar Subagyo saat ditemui di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.
Menurut Subagyo, banjir mulai terjadi sejak dini hari setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Air naik dengan cepat sejak sekitar pukul 04.00 WIB hingga mencapai ketinggian signifikan di sejumlah rumah warga.
“Air naik sangat cepat. Di beberapa rumah, ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur telah menyiapkan tenda pengungsian sebagai langkah antisipasi, khususnya untuk kelompok rentan seperti balita dan lansia. Namun, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air.
Untuk mempercepat surutnya genangan, petugas pemadam kebakaran mulai melakukan penyedotan air sejak pukul 09.00 WIB dengan menggunakan pompa air bertekanan tinggi.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi RT 01, 02, 03, 04, dan 05, serta sebagian RT 07 di RW 04 Cipinang Melayu. Banjir disebut dipicu oleh luapan Kali Sunter yang debit airnya meningkat drastis.
Salah satu warga terdampak, Mariam (60), mengungkapkan air mulai masuk ke rumahnya sejak pagi hari dan sempat mencapai ketinggian lebih dari satu meter.
“Informasinya karena luapan Kali Sunter. Airnya cepat sekali naik sampai sekitar 120 sampai 130 sentimeter,” kata Mariam.
Ia mengaku tidak bisa beristirahat karena terus memantau kondisi banjir yang sempat berangsur surut, namun dikhawatirkan kembali naik jika hujan turun.
“Saya cuma selamatkan anak ke lantai dua dan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi. Di sini memang sudah sering kebanjiran kalau hujan deras,” ujarnya.
Warga berharap genangan segera surut dan tidak ada hujan susulan yang memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut.