Banjir dan Longsor Tutup Total Jalur Bandung–Prigi di Trenggalek


  • Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:30
  • | News
 Banjir dan Longsor Tutup Total Jalur Bandung–Prigi di Trenggalek Banjir dan Longsor Tutup Total Jalur Bandung–Prigi di Trenggalek. (Antaranews/Antara/HO - BPBD Trenggalek)

Trenggalek, ARAHKITA.COM - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memicu banjir dan tanah longsor yang menutup total Jalan Raya Bandung–Prigi di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, pada Jumat (30/1) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono mengatakan banjir luapan dari tebing membawa material lumpur dan bebatuan hingga menutup badan jalan dengan ketebalan sekitar 40 hingga 50 sentimeter. Material longsor tersebut membuat akses utama penghubung wilayah Bandung dan Prigi tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain menutup jalan, lumpur juga masuk ke permukiman warga. Tercatat dua rumah di RT 05 dan empat rumah di RT 04 Desa Watulimo terdampak dengan ketinggian lumpur berkisar antara 15 hingga 30 sentimeter.

"Material lumpur juga masuk ke permukiman warga, masing-masing dua rumah di RT 05 dan empat rumah di RT 04 Desa Watulimo dengan ketinggian lumpur sekitar 15 hingga 30 centimeter," kata Triadi.

Triadi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, penutupan total jalur Bandung–Prigi berdampak pada terganggunya mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Tim Reaksi Cepat BPBD Trenggalek bersama TNI, Polri, pemadam kebakaran, perangkat desa, dan warga setempat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Proses pembersihan material longsor direncanakan menggunakan alat berat agar akses jalan dapat segera dibuka kembali.

Hujan lebat juga menyebabkan banjir luapan di Jalan Raya Gandusari–Kampak, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, sekitar pukul 18.30 WIB. Genangan air setinggi 30 hingga 40 sentimeter sempat menutup badan jalan dan masuk ke satu rumah warga setinggi sekitar 10 sentimeter.

“Untuk kejadian di Gandusari, kondisi air sudah surut total pada pukul 20.00 WIB dan warga telah melakukan pembersihan secara mandiri,” ujar Triadi dilansir Antara.

BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat yang akan menuju Kecamatan Watulimo agar menggunakan jalur lintas selatan sebagai alternatif. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih berpeluang terjadi.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru