Loading
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. (Humas PMJ)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perayaan Puncak Imlek Nasional 2577 yang digelar di Lapangan Banteng, mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan. Polda Metro Jaya menurunkan total 722 personel untuk memastikan rangkaian acara berlangsung aman dan tertib.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan ratusan personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Dipersiapkan jumlah personel yang melaksanakan pengamanan Perayaan Imlek Nasional Tahun 2026 berjumlah 722 personel,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Ia merinci, sebanyak 401 personel berasal dari Polda Metro Jaya, 125 personel dari TNI, sementara sisanya merupakan dukungan dari unsur Pemprov DKI Jakarta.
Imbauan untuk Pengunjung
Baca juga:
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu Arah Cawang, Tiga Mobil Terlibat dan Delapan Orang TerlukaBudi juga mengingatkan masyarakat yang hendak menghadiri puncak perayaan agar tetap mengutamakan keselamatan. Pengunjung diminta memperbarui informasi arus lalu lintas karena situasi di sekitar lokasi acara bersifat dinamis.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga barang bawaan masing-masing demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jika memerlukan kehadiran Kepolisian, silakan hubungi Call Center 100 Kepolisian,” tegasnya.
Imlek Nasional 2577: Harmoni di Tengah Keberagaman
Festival Imlek 2577 bertajuk “Harmoni Imlek Nusantara” telah berlangsung sejak 17 Februari dan akan berakhir pada 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Mengusung tema harmoni, perayaan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan antarumat beragama, terlebih karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
Beragam kegiatan memeriahkan festival ini, mulai dari Festival Lentera, Pasar Kuliner, pameran Seni & Kreatif, hingga Museum Terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa. Pengunjung juga dapat mengikuti layanan cek kesehatan gratis serta menikmati ornamen dan instalasi film seperti “Jumbo” dan “Pelangi di Mars”.
Puncak acara yang digelar pada 28 Februari 2026 akan menghadirkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik serta tari tradisional, hingga penampilan sejumlah seniman nasional. Momen tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan dan keharmonisan bangsa di tengah keberagaman budaya Indonesia.