Loading
Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dalam pertemuan bilateral di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (2/7/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Presiden)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman menerima panggilan telepon dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu (11/3/2026) untuk membahas eskalasi militer yang meningkat di kawasan **Timur Tengah.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, percakapan tersebut membahas perkembangan konflik dan dampaknya terhadap perdamaian regional maupun global.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya menghentikan aksi militer secara segera. “Tindakan militer yang terus berlanjut berpotensi merusak keamanan dan stabilitas kawasan,” kata pernyataan resmi kementerian.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaKetegangan meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap berbagai target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Akibat serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia, menurut siaran televisi pemerintah Iran. Iran kemudian membalas dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan.
Selain itu, pada Selasa (10/3), beberapa negara Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan drone dan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.
Percakapan telepon antara Prabowo dan Mohammed bin Salman ini menjadi langkah diplomasi penting untuk menekan eskalasi militer sekaligus menjaga stabilitas regional.