Umat Hindu Jakarta Minta Tambahan Dermaga dan Perbaikan Mesin Kremasi ke Pemprov DKI


  • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:30
  • | News
 Umat Hindu Jakarta Minta Tambahan Dermaga dan Perbaikan Mesin Kremasi ke Pemprov DKI Upacara Melasti di Pure Segera, Jakarta Utara oleh umat Hindu DKI, untuk menyambut Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Minggu (15/3/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Umat Hindu di Jakarta menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar menambah fasilitas dermaga menuju laut serta memperbaiki mesin kremasi yang saat ini tidak lagi berfungsi. Kedua fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung pelaksanaan berbagai ritual keagamaan umat Hindu di Ibu Kota.

Aspirasi ini disampaikan Ketua Suka Duka Hindu Dharma, Made Sudarta, saat berlangsungnya Upacara Melasti di Pura Segara, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).

Menurut Made, umat Hindu di Jakarta selama ini menghadapi kendala akses menuju laut saat melaksanakan ritual seperti Melasti dan Ngaben, karena keterbatasan fasilitas dermaga.

“Kami bukannya meminta, tetapi Bapak adalah guru wisesa kami, guru pemerintah. Setiap kali kami melaksanakan upacara seperti Melasti dan Ngaben, kami kesulitan untuk transportasi menuju laut,” ujarnya.

Kesulitan Menuju Laut saat Upacara Melasti

Made menjelaskan, keterbatasan dermaga membuat umat Hindu harus menunggu kondisi pasang surut air laut agar perahu dapat berlayar dengan aman.

Situasi ini, kata dia, sudah berlangsung bertahun-tahun. Akibatnya, proses pelaksanaan ritual sering bergantung pada kondisi alam.

“Kalau kami hendak ke laut, kami harus menunggu kondisi air. Supaya tidak surut atau terlalu pasang, sehingga sampan yang kami gunakan bisa berlayar dengan aman menuju laut,” jelasnya.

Karena itu, umat Hindu berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membantu pembangunan dermaga yang memadai agar akses menuju laut saat pelaksanaan ritual keagamaan menjadi lebih mudah dan aman.

Mesin Kremasi Tidak Lagi Berfungsi

Selain persoalan dermaga, umat Hindu juga menyampaikan kondisi mesin kremasi di tempat pelaksanaan upacara Ngaben yang kini tidak lagi dapat digunakan.

Made mengungkapkan, mesin kremasi tersebut sebelumnya merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekitar tujuh tahun lalu.

“Di depan kami ini adalah gedung tempat Ngaben. Tujuh tahun lalu kami dibantu mesin kremasi oleh Gubernur saat itu, Pak Anies. Namun sekarang mesin itu sudah tidak berfungsi,” kata Made.

Akibat kerusakan tersebut, umat Hindu di Jakarta kini harus melakukan proses kremasi di tempat lain.

“Kami akhirnya melakukan kremasi di tempat lain, di Jaya Besar. Perbaikannya kami lakukan secara swadaya oleh umat Hindu di Jakarta Raya,” ujarnya.

Meski demikian, Made menegaskan bahwa penyampaian ini bukanlah bentuk keluhan, melainkan aspirasi umat Hindu agar fasilitas yang mendukung pelaksanaan ibadah dapat kembali berfungsi.

Respons Pemprov DKI Jakarta

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya akan meminta jajaran terkait untuk meninjau kembali kondisi mesin krematorium yang sebelumnya diberikan melalui skema hibah.

“Untuk yang di depan yang sudah tidak berfungsi lagi untuk krematorium, karena ini dulu hibah, nanti saya minta Kepala Badan Aset untuk melihat terlebih dahulu,” kata Pramono dikutip Antara.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga kehidupan beragama yang harmonis di Ibu Kota.

“Sebagai gubernur, saya adalah gubernur bagi semua agama, semua golongan, semua kelompok. Dan itu secara konsekuen saya jalankan,” ujarnya.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru