Gudang dan Bengkel Motor di Cengkareng Ludes Terbakar, Diduga Korsleting


  • Sabtu, 04 April 2026 | 10:30
  • | News
 Gudang dan Bengkel Motor di Cengkareng Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Gudang dan Bengkel Motor di Cengkareng Ludes Terbakar, Diduga Korsleting. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kebakaran hebat menghanguskan gudang onderdil sekaligus bengkel sepeda motor di Jalan Cendrawasih Raya, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Jumat malam (3/4). Insiden tersebut diduga dipicu oleh arus pendek listrik.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 21.42 WIB dan segera mengerahkan 20 unit mobil pemadam dengan sekitar 100 personel ke lokasi kejadian.

Tim pemadam tiba lima menit kemudian dan langsung melakukan upaya pemadaman di area bangunan seluas kurang lebih 560 meter persegi.

Api baru berhasil dilokalisasi sekitar pukul 23.00 WIB. Meski demikian, proses pendinginan masih berlangsung hingga Sabtu pagi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Berdasarkan keterangan awal, warga melihat percikan api dari kabel udara sekitar pukul 21.35 WIB. Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar ke dalam bangunan gudang.

Saat petugas tiba, kondisi api dilaporkan sudah cukup besar dan sulit dikendalikan. Banyaknya material mudah terbakar, termasuk oli dan berbagai suku cadang kendaraan, membuat api cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi bangunan.

Bangunan yang terdiri dari tiga lantai itu bahkan mengalami kerusakan parah, dengan bagian lantai atas ambruk ke bawah akibat kobaran api.

Proses pemadaman juga sempat terkendala oleh banyaknya oli yang terbakar serta reruntuhan bangunan yang menutupi sumber api, sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik-titik panas.

Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari kabel udara di luar bangunan, pihak berwenang menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru