Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN 2026, Ini Peran Besar Warga di Baliknya


  • Jumat, 10 April 2026 | 19:00
  • | News
 Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN 2026, Ini Peran Besar Warga di Baliknya Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (10/4/2026). ANTARA/Ilham Kausar

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kabar membanggakan datang dari ibu kota. Jakarta resmi dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara tahun 2026 versi Global Residence Index. Pencapaian ini tak hanya menjadi prestasi pemerintah dan aparat, tetapi juga cerminan peran aktif masyarakat.

Polda Metro Jaya menegaskan, keamanan yang dirasakan di Jakarta bukan semata hasil kerja aparat penegak hukum. Di balik itu, ada kesadaran kolektif warga yang turut menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut bahwa masyarakat memiliki kontribusi nyata dalam menciptakan rasa aman, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak.

“Ini bukan hanya kerja kepolisian, TNI, dan pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan, termasuk memberikan ruang aman di area publik,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan bukan hanya soal patroli atau pengawasan, tetapi juga tentang perilaku sehari-hari. Warga diharapkan bisa saling menjaga, baik di ruang publik maupun di ruang digital.

“Setiap individu punya peran untuk menjaga diri, lingkungan, serta menciptakan rasa aman bagi orang lain,” tambahnya.Gubernur Jakarta Ikut Terkejut

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengaku cukup terkejut dengan capaian ini. Pasalnya, selama ini Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar lain di Asia Tenggara.

“Jujur, saya juga cukup surprise. Jakarta yang biasanya di bawah Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur, sekarang bisa berada di posisi kedua setelah Singapura,” ungkapnya.

Menurut Pramono, salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan ini adalah keberhasilan Jakarta menjaga keamanan dan harmoni saat berbagai perayaan besar.

Mulai dari perayaan Natal dengan christmas carol, Cap Go Meh saat Imlek, hingga tradisi Ramadan seperti pawai obor dan festival bedug. Tak ketinggalan, perayaan Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh juga berlangsung aman dan tertib.

Momentum-momentum ini menunjukkan bahwa keberagaman di Jakarta bukan menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan sosial.

“Ini menjadi etalase keberagaman Jakarta yang mampu hidup berdampingan dengan damai,” katanya dikutip Antara.

Tantangan: Menjaga Konsistensi

Meski sudah meraih posisi prestisius, tantangan ke depan adalah menjaga bahkan meningkatkan rasa aman tersebut. Pemerintah dan aparat mengajak masyarakat untuk tetap berperan aktif.

Keamanan kota bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga hasil dari kebiasaan kolektif warganya.

Dengan kolaborasi yang terus terjaga, bukan tidak mungkin Jakarta bisa melangkah lebih jauh—bahkan menjadi kota teraman nomor satu di kawasan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru