Revitalisasi Keraton Bisa Jadi Sumber Ekonomi Lewat Inovasi Kreatif


  • Jumat, 24 April 2026 | 17:30
  • | News
 Revitalisasi Keraton Bisa Jadi Sumber Ekonomi Lewat Inovasi Kreatif Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif Dadam Mahdar dalam diskusi di acara pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Fitra Ashari)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Revitalisasi keraton di Indonesia tak lagi hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru lewat sentuhan kreativitas.

Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dadam Mahdar, menegaskan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan inovasi yang menghadirkan pengalaman kreatif bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan dalam diskusi pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di ANTARA Heritage Center, Jumat (24/4/2026).

Menurut Dadam, ekonomi kreatif pada dasarnya memberi nilai tambah dari sesuatu yang sudah ada. Dalam konteks ini, keraton di berbagai daerah Nusantara memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru—asal dibarengi dengan inovasi berbasis kreativitas.

Salah satu contoh nyata bisa dilihat di Kota Surakarta, di mana keraton menghadirkan konsep royal dining. Pengunjung dapat menikmati jamuan makan ala kerajaan, lengkap dengan suasana khas dan cita rasa kuliner tradisional. Pengalaman ini bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat promosi kuliner lokal.

Lebih jauh, Dadam menekankan pentingnya storytelling dalam mengemas produk budaya. Narasi yang kuat dapat membuat pengalaman budaya menjadi lebih hidup, sekaligus meningkatkan daya tarik ekonomi.

“Keraton tidak hanya berdiri sebagai simbol budaya. Makanan, busana, hingga kriya yang berkembang di sekitarnya bisa memberdayakan masyarakat. Semua pihak bisa mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya dikutip Antara.

Tak hanya itu, nilai ekonomi keraton juga bisa dikembangkan melalui aspek kekayaan intelektual (KI). Struktur bangunan keraton yang sarat teknologi arsitektur tradisional berpotensi menjadi aset intelektual bangsa.

Bahkan, ikon-ikon keraton dapat diadaptasi ke dalam berbagai subsektor kreatif modern, seperti desain gim, animasi, hingga konten digital. Ini membuka peluang besar bagi diplomasi budaya Indonesia di kancah global.

Agar optimal, revitalisasi keraton perlu melibatkan kolaborasi lintas kementerian. Dengan sinergi yang tepat, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru