Kamis, 15 Oktober 2026

Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Disesuaikan, Pemprov DKI Evaluasi Subsidi


  • Jumat, 05 Juni 2026 | 12:00
  • | News
 Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Disesuaikan, Pemprov DKI Evaluasi Subsidi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Timur Jumat 562026 ANTARALi
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek, termasuk layanan Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), dalam waktu dekat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan evaluasi tarif dilakukan karena besarnya beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah daerah untuk operasional beberapa rute Transjabodetabek.

“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M–Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Menurut Pramono, penyesuaian tarif diperlukan agar operasional layanan tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran subsidi secara berlebihan. Namun, ia belum mengungkapkan rute-rute lain yang juga akan mengalami perubahan tarif.

Rute Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta resmi diluncurkan Pemprov DKI Jakarta pada 12 Maret 2026. Sejak awal, pemerintah daerah telah merencanakan evaluasi tarif setelah layanan tersebut beroperasi selama tiga bulan.

Pramono menjelaskan, karakteristik rute yang panjang serta kebutuhan operasional khusus menjadi alasan utama perlunya penyesuaian tarif.

“Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, di Terminal 1, 2, dan 3 tentunya bus parkir tidak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah membuka kemungkinan tarif layanan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000. Besaran final tarif tersebut akan ditetapkan setelah hasil evaluasi operasional dan tingkat penggunaan layanan selesai dilakukan.

Pemerintah berharap penyesuaian tarif tetap dapat menjaga keterjangkauan bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan layanan transportasi publik antardaerah yang semakin diminati warga Jabodetabek.

Dengan adanya evaluasi ini, pengguna Transjabodetabek diharapkan dapat mengikuti informasi resmi dari Pemprov DKI Jakarta terkait kebijakan tarif baru yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru