Survei CELIOS: 76 Persen Responden Setuju Program MBG Dihentikan


  • Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:00
  • | News
 Survei CELIOS: 76 Persen Responden Setuju Program MBG Dihentikan Survei CELIOS: 76 Persen Responden Setuju Program MBG Dihentikan. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang mendapat sorotan dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang diterbitkan Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Laporan tersebut mencatat, 76 persen responden masyarakat umum menyatakan setuju apabila program MBG dihentikan. Sementara itu, 18 persen menyatakan tidak setuju dan 6 persen lainnya menjawab tidak tahu.

Penilaian serupa juga terlihat dalam survei terhadap kelompok ahli. Sebanyak 50 persen responden ahli menginginkan program MBG dihentikan sementara hingga evaluasi menyeluruh dilakukan. Sementara itu, 37 persen menginginkan program tersebut dihentikan sepenuhnya.

Dengan demikian, 87 persen responden ahli memilih penghentian sementara atau penghentian sepenuhnya. Adapun 9 persen menginginkan program dilanjutkan dengan cakupan yang dipersempit agar lebih tepat sasaran, sedangkan 4 persen lainnya memilih kelanjutan program dengan perbaikan tata kelola, pengawasan mutu, dan penganggaran.

Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan MBG menjadi salah satu isu yang perlu dievaluasi, berdasarkan persepsi responden dalam penelitian CELIOS.

Mayoritas Responden Masyarakat Memilih Penghentian

Dalam survei masyarakat umum yang melibatkan 1.142 responden, pertanyaan mengenai keberlanjutan MBG diajukan secara langsung: apakah responden setuju program tersebut dihentikan?

Hasilnya, 76 persen menjawab setuju, 18 persen tidak setuju, dan 6 persen menyatakan tidak tahu.

Sementara itu, survei ahli melibatkan 129 responden. Pertanyaan yang diajukan kepada kelompok ini memiliki pilihan jawaban lebih terperinci, mulai dari melanjutkan program dengan perbaikan hingga menghentikannya sepenuhnya.

Perbedaan pilihan jawaban tersebut penting diperhatikan saat membaca hasil survei. Pada kelompok masyarakat umum, responden ditanya mengenai persetujuan terhadap penghentian MBG. Pada kelompok ahli, responden diminta memilih pandangan yang paling sesuai mengenai kelanjutan program, termasuk opsi penghentian sementara sampai evaluasi menyeluruh dilakukan.

Karena itu, angka 76 persen dari survei masyarakat dan 87 persen dari survei ahli menggambarkan hasil dari dua pertanyaan yang berbeda, meskipun keduanya memperlihatkan besarnya dukungan terhadap penghentian atau penghentian sementara program.

Evaluasi Anggaran dan Manfaat Program Jadi Sorotan

Dalam laporannya, CELIOS menyoroti besarnya alokasi anggaran untuk program prioritas pemerintah, termasuk MBG. Lembaga tersebut menilai keberhasilan program tidak semestinya hanya diukur dari besarnya anggaran atau jumlah penerima, tetapi juga dari manfaat dan perubahan nyata yang dihasilkan.

CELIOS juga mengkritik keterbukaan informasi mengenai pemantauan, evaluasi, dan dampak program. Menurut laporan tersebut, informasi yang terbuka dan memadai diperlukan agar masyarakat dapat menilai apakah pelaksanaan program sudah sesuai tujuan.

Persoalan tata kelola, pengawasan mutu, ketepatan sasaran, dan penganggaran menjadi bagian penting dalam pembahasan keberlanjutan MBG. Hal ini juga tercermin dalam pilihan jawaban survei ahli, yang sebagian respondennya masih menghendaki program dilanjutkan dengan perbaikan atau cakupan yang lebih terarah.

Dengan demikian, perdebatan mengenai MBG tidak hanya menyangkut pilihan untuk melanjutkan atau menghentikan program, tetapi juga bagaimana manfaatnya diukur, bagaimana pelaksanaannya diawasi, serta bagaimana penggunaan anggarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil Survei Perlu Dibaca Sesuai Metodologi

Laporan CELIOS menyajikan persepsi masyarakat umum dan kelompok ahli terhadap program prioritas pemerintah. Hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan, tetapi perlu dibaca sesuai metode pengumpulan datanya.

Survei masyarakat umum menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads yang dilengkapi pembobotan. Adapun survei ahli menggunakan metode snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian dan pengalaman yang relevan.

Pengumpulan data dilakukan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Karena metode pengambilan sampel yang digunakan bukan sampel probabilitas, hasil survei tidak otomatis dapat dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia.

Temuan ini memperlihatkan adanya penilaian kritis dari responden yang terlibat dalam penelitian CELIOS terhadap keberlanjutan MBG. Bagi pemerintah, hasil tersebut dapat menjadi salah satu masukan untuk menilai efektivitas program, memperkuat transparansi anggaran, dan memastikan kebijakan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.

Sumber: Laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, CELIOS, halaman 34–35.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru