Kamis, 13 Agustus 2026

Pemprov DKI Sabet Penghargaan di Cita Loka Festival 2026


  • Rabu, 24 Juni 2026 | 22:15
  • | News
 Pemprov DKI Sabet Penghargaan di Cita Loka Festival 2026 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menerima penghargaan Cita Loka Festival 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mencatat prestasi dengan meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam kategori Membangun Tata Kelola yang Mendengar pada ajang Cita Loka Festival 2026.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemprov DKI dalam mengelola aspirasi masyarakat melalui Sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM).

Sepanjang periode Januari 2025 hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 305.658 laporan warga masuk melalui berbagai kanal pengaduan. Dari jumlah tersebut, 299.410 laporan berhasil ditindaklanjuti, atau setara dengan tingkat penyelesaian mencapai 98 persen.

Laporan tersebut disampaikan oleh 71.112 warga Jakarta yang memanfaatkan berbagai saluran pengaduan resmi pemerintah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan pemerintah dalam merespons kebutuhan warganya secara langsung.

“Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, yang paling utama adalah bagaimana selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya,” ujar Pramono Anung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pendekatan pembangunan saat ini mengarah pada konsep collaborative city making, yaitu keterlibatan aktif antara pemerintah, warga, komunitas, akademisi, dan pelaku usaha dalam merancang kebijakan kota.

Menurut Pramono, kebijakan publik yang baik harus lahir dari dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, bukan hanya dari satu sisi pengambil kebijakan.

Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.

Ia juga mengakui bahwa dinamika Jakarta yang sangat cepat menuntut pemerintah untuk selalu terbuka terhadap kritik dan masukan publik, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.

Masukan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi, terutama dalam menangani persoalan seperti pencurian fasilitas publik, gangguan infrastruktur, hingga insiden kebakaran dan masalah layanan masyarakat lainnya.

“Saya bersyukur bahwa saya selalu bisa merespons dengan cepat karena mendengar itulah menjadi kata kunci utama untuk membangun Jakarta ini,” kata Pramono.

Selain memperkuat sistem pengaduan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga terus melanjutkan program pembangunan yang belum terselesaikan dari periode sebelumnya. Di saat yang sama, pemerintah daerah turut menghadirkan berbagai inovasi baru untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi Jakarta menuju kota global yang lebih aman, inklusif, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru