Kebakaran TPA Jatiwaringin: Status Darurat Diperpanjang hingga 14 Juli, Pemerintah Kerahkan Teknologi Canggih


  • Minggu, 05 Juli 2026 | 10:00
  • | News
 Kebakaran TPA Jatiwaringin: Status Darurat Diperpanjang hingga 14 Juli, Pemerintah Kerahkan Teknologi Canggih Helikopter MI-8AMT milik BNPB menjatuhkan air untuk memadamkan kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/agr/pri.

TANGERANG, ARAHKITA.COM – Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, berlaku selama dua pekan, mulai 1 hingga 14 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran yang masih berlangsung melalui operasi gabungan lintas instansi.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan penetapan status tersebut mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur masa berlaku status kedaruratan selama 14 hari sejak surat keputusan diterbitkan.

"Setelah SK Bupati tentang status kedaruratan diterbitkan, maka aturan tersebut berlaku selama 14 hari," ujar Maesyal di Tangerang, Minggu (5/7/2026).Meski demikian, ia menegaskan durasi status tanggap darurat dapat disesuaikan apabila proses penanganan kebakaran berhasil diselesaikan lebih cepat sesuai kondisi di lapangan.

Drone Thermal Dikerahkan untuk Mendeteksi Titik Api

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menjelaskan bahwa upaya pemadaman terus diperkuat melalui operasi gabungan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah thermal drone, yaitu pesawat tanpa awak yang dilengkapi kamera inframerah untuk mendeteksi radiasi panas. Teknologi ini membantu petugas menemukan sumber panas dan titik api yang masih tersembunyi di bawah timbunan sampah.

Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan dua mobile monitoring system guna memantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini penting untuk mengetahui dampak asap terhadap kesehatan masyarakat di sekitar TPA.

Tim Manggala Agni Fokus Padamkan Api di Bawah Permukaan

Untuk mempercepat pemadaman, Kementerian Kehutanan turut mengerahkan 30 personel Manggala Agni dari Sulawesi dan Jawa Barat.

Tim ini memiliki pengalaman menangani kebakaran dengan menggunakan peralatan high pressure yang mampu menyemprotkan air hingga ke bagian bawah tumpukan sampah, lokasi yang selama ini menjadi sumber bara api.

Menurut Diaz, penyiraman dari permukaan saja belum cukup efektif karena api masih terus menyala di lapisan bawah timbunan sampah.

"Kita membutuhkan bantuan Manggala Agni untuk melakukan injeksi air hingga ke titik api di bawah permukaan sehingga proses pemadaman bisa lebih optimal," ujarnya.

Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan

Selain pemadaman langsung, pemerintah juga menyiapkan skema Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Operasi tersebut direncanakan untuk membantu mempercepat proses pemadaman kebakaran yang telah melanda area sekitar 15 hektare.

"Dimungkinkan besok dilakukan operasi TMC bersama BNPB dan BMKG untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran," kata Diaz dikutip Antara.

Pemerintah berharap kombinasi teknologi modern, personel berpengalaman, serta dukungan operasi modifikasi cuaca dapat mempercepat pengendalian kebakaran sehingga kondisi di TPA Jatiwaringin segera kembali aman dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tidak lagi terganggu.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru