Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn.) Ade Supandi turut menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto bersama sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn.) Ade Supandi turut menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto bersama sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran perwira tinggi TNI dan Polri dari berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah purnawirawan yang pernah menduduki posisi strategis di lingkungan pertahanan dan keamanan nasional juga hadir dalam agenda tersebut.
Bagi Presiden Prabowo, pertemuan itu menjadi momentum untuk menyampaikan secara langsung gambaran mengenai kondisi Indonesia sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah menjelang genap dua tahun masa pemerintahannya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Instruksikan KSAL Kerahkan 11 Kapal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” ujar Prabowo.
Prabowo Beri Arahan kepada Jajaran TNI-Polri
Baca juga:
Prabowo Ingatkan 1.177 Perwira TNI-Polri: Jangan Korupsi, Jangan Terlibat Narkoba dan JudiTaklimat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan laporan kegiatan kepada Presiden.
Panglima TNI mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menyamakan visi serta memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurut Agus, arahan Presiden menjadi salah satu pedoman bagi TNI dalam menentukan langkah dan kebijakan ke depan. Hal itu dinilai semakin penting mengingat lingkungan strategis yang dihadapi Indonesia terus berkembang dan menjadi semakin kompleks.
“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan,” kata Agus.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pertahanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ancaman konvensional. Perkembangan teknologi dan perang informasi turut menjadi perhatian yang membutuhkan kesiapan institusi pertahanan.
Polri Tegaskan Dukungan terhadap Program Pemerintah
Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa taklimat Presiden menjadi kesempatan bagi jajaran Polri untuk mendapatkan arahan dan memahami kebijakan pemerintah secara langsung.
Arahan tersebut selanjutnya akan menjadi pedoman bagi jajaran Polri dalam menjalankan tugas serta melaksanakan kepemimpinan di masing-masing satuan.
“Polri siap terus mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan Polri dari atas sampai bawah, di mana pun berada,” ujar Suyudi.
Dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah, lanjutnya, tetap diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pokok institusi. Di antaranya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, arahan Presiden tidak hanya menjadi pesan bagi jajaran pimpinan di tingkat pusat, tetapi juga diharapkan diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas hingga ke satuan-satuan di daerah.
Ade Supandi Bersama Sejumlah Purnawirawan
Kehadiran Ade Supandi dalam taklimat tersebut turut menjadi perhatian. Mantan KSAL itu hadir bersama sejumlah tokoh senior militer lainnya yang pernah memegang posisi strategis dalam perjalanan TNI.
Di antara purnawirawan yang hadir adalah Laksamana TNI (Purn.) Siwi Sukma Adji, Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto, serta Jenderal TNI (Purn.) Wiranto.
Kehadiran para purnawirawan memberikan warna tersendiri dalam pertemuan tersebut. Forum tidak hanya diikuti jajaran perwira tinggi TNI dan Polri yang masih aktif, tetapi juga mempertemukan generasi pimpinan aktif dengan para senior yang memiliki pengalaman panjang dalam institusi pertahanan dan keamanan.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kesinambungan pengalaman dan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika nasional.
Menyatukan Pemahaman TNI-Polri
Taklimat Presiden Prabowo menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman jajaran pimpinan TNI dan Polri mengenai perkembangan nasional serta tantangan strategis yang dihadapi Indonesia.
Bagi TNI, arahan Presiden menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan ancaman, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida. Sementara bagi Polri, arahan tersebut menjadi pedoman dalam menjalankan tugas keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat.
Dari Istana Kepresidenan, pesan dan arahan Presiden tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret oleh jajaran TNI dan Polri di seluruh Indonesia.
Kehadiran Ade Supandi dan sejumlah purnawirawan senior bersama jajaran pimpinan aktif juga menjadi bagian dari momentum tersebut. Pengalaman para senior dan kepemimpinan generasi aktif bertemu dalam satu forum untuk melihat tantangan bangsa ke depan dengan semangat menjaga soliditas serta kepentingan nasional.