Arsip foto - Penyerang Manchester City Erling Haaland merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Porto pada pertandingan Liga Champions di Stadion do Dragao, Porto, Selasa (8/9/2026) waktu setempat. uefa.com
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Erling Haaland meminta seluruh elemen Manchester City tetap bersatu dan menjaga optimisme di tengah persoalan finansial yang membayangi klub. Bagi penyerang asal Norwegia itu, fokus pada pertandingan dan dukungan antarsesama menjadi hal penting ketika masa depan klub sedang berada dalam ketidakpastian.
Pesan tersebut disampaikan Haaland setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas sejumlah pelanggaran serius terhadap aturan finansial Liga Inggris. Putusan yang diumumkan pada akhir September 2026 itu berkaitan dengan pelanggaran selama sembilan musim, yakni periode 2009/2010 hingga 2017/2018.
“Kami harus tetap positif, melihat ke depan, mencoba memenangkan pertandingan dan menikmati situasi. Kami harus tetap bersama dan saling memberikan dukungan. Jadi, tetap bersama, nikmati perjalanan, dan tersenyumlah,” kata Haaland, dikutip dari situs resmi Manchester City pada Jumat (9/10/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap Haaland yang ingin menjaga semangat tim di tengah persoalan di luar lapangan. Meski ancaman sanksi menjadi perhatian, ia mengajak rekan-rekannya untuk tidak kehilangan fokus terhadap kompetisi yang sedang dijalani.
Manchester City Terancam Sanksi Berat
Baca juga:
Manchester City Rekrut Geronimo Rulli, Kiper Argentina yang Pernah Berseragam The CitizensPersoalan finansial yang menimpa Manchester City menjadi salah satu isu besar dalam sepak bola Inggris. Komisi independen menemukan adanya penggunaan kontrak komersial yang dinilai tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Praktik tersebut dinilai digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub dan menekan biaya selama periode 2009 hingga 2018.
Dalam putusannya, komisi juga menyatakan Manchester City melanggar ketentuan terkait pelaporan keuangan serta tidak memenuhi sebagian besar kewajiban kerja sama dalam proses investigasi Liga Inggris.
Konsekuensi dari perkara ini berpotensi serius. Manchester City dapat menghadapi pengurangan poin dalam jumlah besar hingga kemungkinan dikeluarkan dari Liga Inggris. Namun, besaran dan bentuk sanksi belum ditetapkan karena klub telah mengajukan banding atas putusan tersebut.
Dengan demikian, nasib Manchester City masih bergantung pada proses banding dan keputusan lanjutan dari otoritas terkait.
Situasi ini turut menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan para pemain, termasuk Haaland. Meskipun baru bergabung pada 2022, ia kini menjadi salah satu figur penting dalam proyek olahraga Manchester City.
Liverpool Jadi Ujian Berikutnya
Di tengah sorotan tersebut, Manchester City bersiap kembali bertanding menghadapi Liverpool pada Minggu (11/10/2026). Laga ini menjadi pertandingan pertama City setelah putusan komisi independen diumumkan secara resmi.
Pertandingan di Anfield itu tidak hanya penting untuk menjaga posisi tim dalam persaingan Liga Inggris, tetapi juga menjadi ujian bagi skuad asuhan Enzo Maresca untuk mempertahankan konsentrasi di tengah perhatian publik terhadap persoalan finansial klub.
Maresca sebelumnya menegaskan bahwa dirinya dan para pemain tetap berfokus pada sepak bola. Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap jajaran pimpinan klub, meskipun persoalan hukum dan kemungkinan sanksi masih membayangi.
Bagi Manchester City, menjaga konsistensi di lapangan menjadi tantangan tersendiri. Klub harus menjalani kompetisi seperti biasa, sementara proses banding berpotensi menentukan arah perjalanan mereka pada musim-musim mendatang.
Haaland dan Masa Depan di Manchester City
Haaland sendiri telah menunjukkan komitmen jangka panjang kepada Manchester City melalui kontrak baru yang ditandatangani pada 2025 dan berlaku hingga 2034.
Sejak bergabung dari Borussia Dortmund pada 2022, penyerang berusia 26 tahun itu berkembang menjadi salah satu andalan utama lini depan City. Produktivitas golnya membuat ia memiliki peran penting dalam upaya klub mempertahankan daya saing di level domestik maupun Eropa.
Namun, ketidakpastian mengenai kemungkinan sanksi dapat memunculkan pertanyaan baru tentang masa depan pemain-pemain bintang Manchester City. Jika klub sampai kehilangan kesempatan tampil di Liga Champions atau menghadapi konsekuensi kompetitif yang berat, situasi tersebut berpotensi memengaruhi pertimbangan para pemain dalam jangka panjang.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa Haaland akan meninggalkan klub. Kontraknya yang masih panjang juga menjadi salah satu faktor penting dalam pembahasan mengenai masa depannya.
Di tengah spekulasi tersebut, Haaland justru menegaskan kedekatan emosionalnya dengan Manchester City dan para pendukungnya.
“Saya sangat peduli dengan City, harus saya katakan. Saya sangat peduli dengan para fans karena saya sendiri adalah seorang fans. Saya juga merasakan apa yang mereka rasakan,” ujar Haaland.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi Manchester City bukan sekadar urusan manajemen dan regulasi. Bagi pemain maupun suporter, ketidakpastian tersebut juga menyangkut masa depan klub yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Untuk saat ini, Haaland memilih menyampaikan pesan sederhana: tetap bersatu, saling mendukung, dan menjaga fokus pada pertandingan. Sementara proses banding masih berjalan, Manchester City harus menghadapi tantangan di lapangan sekaligus menunggu kepastian mengenai konsekuensi dari perkara finansial yang membayangi mereka.