Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR F-PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP). (Istimewa)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR F-PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP) mengatakan Beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) yang diserahkan kepada siswa-siswi di seluruh Kabupaten Flores, Lembata, Alor-Pantar merupakan program pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu dikatakan AHP menanggapi beberapa pertanyaan dan suara di masyarakat yang seolah-seolah mempersoalkan Beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar).
"Beasiswa Program Indonesia Pintar merupakan program pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk dipergunakan sepenuhnya untuk pendidikan anak-anak," AHP melalui siaran pers yang diterima Arahkita.com Selasa (12/3/2019).
Baca juga:
Indonesia Berdzikir, tvOne Rayakan 18 Tahun dengan Dialog Kebangsaan dan Doa untuk NegeriLebih lanjut AHP menyebutkan sebagai anggota DPR RI dapil NTT 1, tugasnya adalah memperjuangkan agar siswa-siswi di Dapilnya dapat ikut menikmati program tersebut.
"Beasiswa itu langsung diserahkan kepada para peserta didik, para guru dan orang tua murid agar dana tersebut dipergunakan sepenuhnya untuk pendidikan anak-anak," ujarnya.
Lebih lanjut AHP menegaskan bahwa Dana PIP diberikan kepada siswa-siswi tertentu karena pertimbangan latar belakang ekonomi orang tua yang sangat membutuhkan.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 23 Februari di Maumere Sikka, dan ditutup pada tanggal 7 Maret yang lalu di Pulau Pantar Kabupaten Alor.
Jumlah peserta didik yang menerima beasiswa PIP ini mencapai 2.788 siswa-siswi dengan pembagian 38 orang pada jenjang SD, 155 orang pada jenjang SMP, 2.346 pada jenjang SMA dan 249 orang pada jenjang SMK.
Dana tesebut disalurkan melalui Bank Nasional Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) langsung kepada para siswa sesuai dengan nama dan nomor rekening yang sudah dibuatkan oleh Kemendikbud.
Andreas Pareira menekankan pentingnya pendidikan dalam kemajuan suatu Bangsa. Karena pendidikan merupakan aspek penting dalam tolak ukur berkembang atau tidaknya suatu bangsa yang biasa disebut dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Selain itu Andreas Pareira juga menjelaskan bahwa tugas DPR adalah menyerap aspirasi masyarakat, memperjuangkan dan menjembatani dengan menyampaikan apa yang diperjuangkan untuk rakyat.
Melalui program ini AHP juga berkampanye melawan putus sekolah siswa yang marak terjadi di NTT dan meminta pemerintah Bupati atau Camat atau Dinas Pendidikan setempat untuk menyaksikan sekaligus memberika motivasi bagi para siswa untuk lebih kerja keras mengejar ilmu.
Andreas Pareira juga menjelaskan bahwa tidak ada unsur ajakan untuk mencoblos Jokowi, mencoblos AHP atau mencoblos PDI Perjuangan dalam rangkaian kegiatan ini.
"Kalau pun ada sertifikat, itu berisi keterangan nama siswa, Nomor Surat Keputusan (SK), dan nomor rekening bank yang tujuannya untuk membantu siswa dan orang tua mencairkan dana beasiswa tersebut," ujarnya.
Kalau ada foto dan tanda tangan, hal itu menjelaskan bahwa Andreas Pareira bertanggung jawab terhadap program tersebut dan penjelasan inilah yang disampaikan kepada pra siswa siswi dan orang tua murid.
Andreas Pareira berharap dengan adanya bantuan Program Indonesia Pintar ini, jumlah siswa/siswi putus sekolah di Flores Lembata dan Alor-Pantar dapat berkurang, sehingga tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak dapat melanjutkan sekolah hanya karena tidak memiliki seragam ataupun sepatu untuk bersekolah.