Ibunda Presiden Jokowi Akan Dimakamkan di Pemakaman Keluarga


  • Rabu, 25 Maret 2020 | 20:30
  • | News
 Ibunda Presiden Jokowi Akan Dimakamkan di Pemakaman Keluarga Presiden Joko Widodo di rumah duka ibunda. (Antaranews)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sujiatmi Notomiharjo akan dimakamkan di pemakaman keluarga secara internal.

Lokasi pemakaman adalah pemakaman keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa pemakaman almarhumah Ibunda akan dilaksanakan secara internal," kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

"Rencananya akan dimakamkan besok (26/3) siang, pukul 13.00 WIB," kata Presiden Jokowi di Solo, Rabu.

Para anggota Kabinet Indonesia Maju beserta jajaran diminta tetap bekerja di Jakarta dan fokus pada tugas masing-masing.

"Mohon doa ikhlas kepada almarhumah. Dua anggota Kabinet Indonesia Maju yang berangkat ke Solo untuk mendampingi Presiden Joko Widodo adalah Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung," ujar Fadjroel sebagaimana diberitakan Antara.Jenazah akan dimakamkan pada Kamis (26/3/2020) pukul 13.00 WIB. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka, di Jl Pleret Raya 9A, Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tulus ikhlas mendoakan husnul khotimah almarhumah Ibu Sujiatmi Notomiharjo (77), ibunda Presiden Joko Widodo. Presiden dan Ibu Negara Iriana menghaturkan ucapan terima kasih sebesar-besarnya," ungkap Fadjroel.

Ibu Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943, meninggal dalam usia 77 tahun karena penyakit kanker di RS DKT Surakarta pada pukul 16.45 WIB.

Mengenai pemakaman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak ikut datang ke lokasi pemakaman untuk menghindari kerumunan, terkait dengan pencegahan penyebaran virus corona baru (COVID-19).

"Ini tadi saya baru bicara dengan keluarga, di sini saya menyampaikan terima kasih ke masyarakat. Keluarga berharap besok masyarakat mendoakan dari rumah masing-masing agar tidak terjadi kerumunan," katanya.

Ia mengatakan keluarga akan sangat senang dan menghormati jika masyarakat bisa mendoakan dari rumah.

"Doa dari rumah jauh sangat cukup," katanya.

Kapenrem 074/Warastratama Mayor Inf Mantang mengatakan pelayat yang datang hanya dari keluarga.

Bahkan, kata dia, tetangga diminta untuk tetap tinggal di rumah.

"Hanya keluarga. Selain itu silakan mendoakan dari rumah," katanya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru