Loading
Komandan Kodim 1603 Sikka Letkol. Inf. Muhammad Jafar menyambangi rumah Maria Veni (41) yang adalah seorang pasien pengidap tumor kandungan (ovarium). (Foto-Foto: VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Komandan Kodim 1603 Sikka Letkol. Inf. Muhammad Jafar menyambangi rumah Maria Veni (41) yang adalah seorang pasien pengidap tumor kandungan (ovarium). Maksud kedatangan Jafar untuk menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada Maria Veni dan keluarganya.
Kedatangan Dandim yang didampingi oleh Babinsa Desa Watugong diterima oleh Maria Veni dan sang suami Gervasius Overi serta keluarga lainnya yang bertempat RT 008/ RW 003 Kloang Koja Desa Watugong Kecamatan Alok Timur pada Jumad (20/8/2021) pagi tadi.
Muhammad Jafar saat di wawancarai sejumlah wartawan beliau mengatakan bahwa pihaknya setelah mendapat informasi lewat pemberitaan yang dishare oleh para wartawan dan dia tergerak hatinya untuk memberikan bantuan tersebut.
"Awalnya kami menerima informasi yang dishare oleh teman teman media dan setelah kami baca kami merasa tersentuh dengan kondisi mama ini dan akhirnya hari ini kami datang untuk memberikan bantuan ini", ungkap Jafar.
Dikatakan Jafar bahwa bantuan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari kodim 1603 Sikka untuk meringankan beban hidup ang sedang dialami oleh ibu Veni bersama keluarganya, kata Jafar.
Ia juga mengajak kepada warga masyarakat, para pejabat dan para pemerhati untuk bisa memberikan bantuan dan uluran tangan agar dapat meringankan beban hidup dan mencari jalan keluar sehingga sakit penyakit dari ibu Veni segera disembuhkan.
Sementara itu, Gervasius Overi (38) suami dari Maria Veni mengatakan bahwa istrinya menderita sakit tumor kandungan ini sejak awal bulan April lalu. Ia ingin membawa istrinya untuk dioperasi dan berobat di Kupang namun terkendala dengan biaya transportasi dari Maumere ke Kupang dan biaya hidup selama di Kupang.
"Jadi selama ini kata Overy kami hanya berobat ke dukun kampung dengan obat herbal atau ramuan tapi tidak ada perubahan untuk sembuh. Malahan semakin hari perutnya semakin tambah besar. Saya takut jangan sampai terjadi apa apa dengan istri saya, ujarnya.
"Saya mau bawah istri ke Kupang untuk operasi tapi kami uang tidak ada. Jadi selama ini kami hanya bertahan dengan berobat ke dukun pake ramuan obat herbal", kata Very pria yang biasa di sapa.
Dengan kondisi kami yang serba sulit ini, apalagi saya sebagai petani di masa pandemi ini kami sangat sulit untuk mendapatkan uang. Sehingga kami memohon bantuan dan uluran tangan dari orang orang yang peduli untuk meringankan beban penderitaan istri saya ini, ucap Very.
Selanjutnya Natalia M Yanti, A.Md. Keb. Bidan Puskesmas Beru yang bertugas di Desa Watugong membenarkan bahwa ibu Veni sejak bulan April 2021 lalu mengeluh sakit di bagian perut.
Kemudian keluarga membawa Maria Veni ke Laboratorium Mahardika pada 16 Juni 2021 untuk melakukan USG.Dari hasil USG, diketahui bahwa ibu Veni mengalami tumor kandungan. Selanjutnya Maria Veni menjalani pengobatan di RSUD TC Hillers, dan kemudian dirujuk ke RSU WZ Yohanes Kupang.
Namun sampai saat ini keluarga belum bisa membawa ibu Veni ke Kupang karena terkendala biaya. Yanti juga menjelaskan bahwa lingkaran perut sudah 103 centimeter. Padahal lingkaran normalnya hanya 85 centimeter, ucap Yanti.