Presiden Jokowi ungkap habibie sehat. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Joko Widodo mengunjungi Presiden Ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie di Paviliun Kartika Rumah Sakit Kepresidenan Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, Senin (27/8/2018) pagi. Presiden Jokowi tiba di Paviliun Kartika RSPAD Jakarta sekitar pukul 80.50 WIB menumpang mobil Kepresidenan RI-1.
Kepala Negara mengenakan kemeja batik lengan panjang coklat muda dipadu dengan coklat tua dan hitam. Setibanya di pintu masuk belakang Paviliun Kartika, Presiden Jokowi disambut oleh Mensesneg Pratikno yang sudah tiba terlebih dahulu di rumah sakit itu.
Tampak juga menyambut kehadiran Presiden Jokowi adalah Kepala RSPAD Gatot Soebroto, MayjenTNI Terawan Agus Putranto.Presiden Joko Widodo menyebutkan Presiden Ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie dalam kondisi sehat setelah sempat dirawat di rumah sakit sejak Jumat (24/8) karena kecapekan.
Baca juga:
Indonesia Berdzikir, tvOne Rayakan 18 Tahun dengan Dialog Kebangsaan dan Doa untuk Negeri"Kondisi Prof Habibie sudah sangat sehat. Tadi cerita banyak," kata Presiden Jokowi usai menjenguk Habibie di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Senin (27/8/2018) sebagaimana diberitakan Antara.
Presiden Jokowi bertemu Habibie sekitar setengah jam. Kepala Negara menyebutkan Habibie memang terlalu kecapekan setelah melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Indonesia.
"Memang terlalu kecapekan karena aktivitasnya tidak ada hentinya," katanya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan Habibie menceritakan perjalanannya dari Pekanbaru ke Padang. Kemudian dari Padang ke Jakarta, terus serpong.
"Ini terus-menerus gak ada jedanya. Jadi beliau kecapekan. Alhamdulillah sudah baik," katanya. Menurut Presiden Jokowi, Habibie juga sempat berdiskusi mengenai pentingnya pembangunan SDM. "Saya kira sudah konsern kita, ke depan kita akan fokus ke situ, kita fokus ke investasi SDM," katanya. Ketika ditanya biaya perawatan Habibie di RSPAD dan mengapa di Indonesia padahal biasanya di Jerman, Presiden Jokowi tidak menjawab.
"Tanya Pak Mensesneg," katanya.
Namun menurut catatan Antara, jika seorang mantan presiden dan mantan wakil presiden sakit dan kemudian dirawat di rumah sakit, maka biayanya ditanggung pemerintah