Loading
Foto ilustrasi pixabaycom
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Indonesia ternyata menjadi negara pengekspor produk sabun terbesar kedua di Mesir dengan nilai ekspor 4,53 juta dolar AS (sekitar Rp71,74 miliar) pada 2023.
Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf mengatakan, dengan kinerja tersebut, Indonesia meraup 16,54 persen pangsa pasar sabun Mesir.
“Hal ini tentu memberikan celah peluang untuk melejitkan ekspor sabun Indonesi,” kata dalam pernyataan tertulis KBRI Kairo Minggu (31/3).
Nilai ekspor sabun Indonesia ke Mesir pada 2023 menurut Lutfi, meningkat hampir 20 kali lipat dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2022 yang totalnya hanya 238.000 dolar AS (sekitar Rp3,77 miliar).
Atase Perdagangan KBRI Kairo M. Syahran Bhakti mengatakan bahwa konsumen Mesir menyukai sabun Indonesia dari minyak nabati meski bea masuk sabun asal Indonesia ke Mesir masih tinggi, yaitu 40-60 persen.
Menurut dia, dengan 16,54 persen pangsa pasar sabun Mesir, Indonesia mengungguli Jerman, Turki, dan Tunisia, tetapi masih kalah dengan Malaysia yang mengekspor sabun senilai 21,57 juta dolar AS (sekitar Rp341,58 miliar) pada 2023 dengan pangsa pasar 79,5 persen.
Sementara itu, Mohammed Khallaf, direktur utama perusahaan importir swasta Mesir, United Egypt Company, mengatakan bahwa pihaknya selama 10 tahun terakhir mengimpor produk sabun Indonesia.
Setiap tahun, mereka mengimpor sekitar 3.000-4.000 ton bahan baku sabun berbahan minyak nabati dari Indonesia untuk produksi sabun toilet padat di Mesir.
United Egypt saat ini tengah membidik pasar segmen menengah ke bawah karena perputaran uangnya sangat tinggi dan lebih sensitif terhadap perubahan harga, kata dia.