Selasa, 27 Januari 2026

Kemenhub Ungkap Penyebab Pendaratan Darurat Pesawat Smart Air di Papua Tengah


  • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:15
  • | News
 Kemenhub Ungkap Penyebab Pendaratan Darurat Pesawat Smart Air di Papua Tengah Warga saat melakukan evakuasi penumpang dari Pesawat Smart Air yang jatuh di Pantai Karadir,i bibir pantai Bandara Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) sekira pukul 13.40 WIT. (ANTARA/Tangkapan layar video)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pesawat Smart Air tipe C208B dengan nomor registrasi PK-SNS yang melayani rute Nabire (NBX)–Kaimana (KNG) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, Selasa siang. Insiden tersebut terjadi setelah pesawat mengalami gangguan pada mesin saat penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa laporan awal menunjukkan adanya masalah pada engine pesawat sehingga pilot memutuskan kembali ke bandara asal.

“Pesawat mengalami gangguan pada mesin. Pilot in Command memutuskan Return to Base, namun karena thrust power terus menurun, pilot akhirnya memilih melakukan pendaratan darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure,” ujar Lukman dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).

Penurunan thrust power atau daya dorong mesin membuat pesawat tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan secara normal. Keputusan cepat pilot dinilai krusial demi keselamatan penumpang dan awak.

Lukman memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 13 orang berhasil dievakuasi dengan selamat menuju terminal bandara.

“Saat ini proses penarikan pesawat masih dilakukan. Seluruh penumpang dan kru dalam kondisi aman,” kata Lukman seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan insiden berjalan lancar.

“Kami melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire bersama operator penerbangan, TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya agar situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan juga memastikan akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti gangguan mesin yang memicu pendaratan darurat tersebut.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru