Pesan Heru Budi: Aglomerasi Diperlukan Agar Pembangunan Jakarta tidak Salah Arah


  • Selasa, 08 Oktober 2024 | 21:30
  • | News
 Pesan Heru Budi: Aglomerasi Diperlukan Agar Pembangunan Jakarta tidak Salah Arah Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam acara Peluncuran Buku Pertama dalam Seri Delapan Buku Berjudul Jakartas Path to Top 20 Global City, Book 1: Jakartas Profile for Global Competitieness di Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024). (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono berpesan kepada gubernur selanjutnya agar memahami konsep kawasan algomerasi agar Jakarta tidak salah arah.

"Maka dari itu ke depan algomerasi. Mudah-mudahan bisa jalan. Saya tidak ingin Jakarta salah arah," kata Heru di Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Heru mengatakan, bantuan untuk masyarakat tak harus berupa seluruhnya gratis. Heru menjelaskan Pemprov DKI sudah memberikan subsidi transportasi dan sebagainya.

Heru mengatakan kebijakan ini harus diberikan ke arah yang tepat sehingga tidak menjadi beban di kemudian hari.

"Sebaiknya kita berikan mereka untuk bisa mandiri dalam sebuah kehidupan ke depan," kata Heru.

Dalam proses transformasi, Heru menilai Jakarta dapat belajar dari kota global lainnya seperti Osaka. Osaka mampu mengeksplorasi identitas budaya lokal dengan memperkuat kapasitas riset akademis. Selain itu, ada Melbourne dengan menciptakan kota cerdas.

Kendati demikian, Heru pun berharap Jakarta tidak dibandingkan dengan kota-kota lain di luar Indonesia yang tidak sepadan dengan luasnya, kepadatan penduduknya hingga karakteristiknya.

"Contoh misalnya disandingkan dengan, maaf ya, Singapura gitu. Singapura hanya berapa penduduknya? DKI Jakarta 10 sampai 11 juta. Kepadatan penduduknya 1 kilometer 17 ribu atau 1,17 ribu satu kilometer," katanya.

Dia berharap"apple to apple" dalam membandingkannya. "Sehingga kami di Jakarta bisa belajar," kata Heru.

​​​​Heru pun berpesan agar para pejabat DKI termasuk eselon 2 dan 3 bahkan hingga lurah dan camat tetap bisa mengembangkan pemikiran dan msmbuka wawasan demi membangun kota Jakarta.

​​​​​​​Membangun infrastruktur tidak bisa setahun-dua tahun. Jadi waktu yang pendek untuk berbenah DKI Jakarta. Memang harus kerja keras," katanya.

Kalau DKI Jakarta berbenah menuju top 20 kota global, maka turunannya banyak. "Ekonominya jalan, UMKM-nya bergerak. Masyarakat bisa tinggal dengan baik," kata Heru.

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru