Loading
Empat Puskesmas Jakarta Barat Sediakan Psikolog untuk Korban Perundungan. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Empat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang berada di Kecamatan Tambora, Tamansari, Kembangan dan Palmerah, Jakarta Barat, menyediakan psikolog klinis yang bisa menerima konsultasi bagi korban perundungan (bullying).
"Dalam layanan itu, korban bisa ketemu dengan psikolog klinis yang akan membantu mendalami, menggali permasalahan terkait masalah kesehatan psikologisnya, lalu dicarikan solusinya," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Dengan pertimbangan tertentu, korban bisa dirujuk ke psikiater di rumah sakit untuk mendapat pengobatan lanjut.
Baca juga:
Psikolog Ingatkan Pentingnya Batasan Sehat dalam Empati Agar Terhindar dari Kelelahan Emosional"Kalau memang dianggap perlu rujuk ke rumah sakit, akan dibantu (oleh psikolog klinis) rujuk ke psikiater yang ada di rumah sakit," ujar Erizon dikutip Antara.
Selain psikolog klinis di empat puskesmas kecamatan tersebut, sejumlah puskesmas lain juga bekerja sama dengan Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat, salah satunya Puskesmas Kecamatan Kalideres yang memiliki layanan Poli Anti Aniaya (Polania).
Erizon menyebut layanan Polania itu termasuk dalam indikator penilaian Kota Layak Anak (KLA) Jakarta Barat.
"Layanan Polania Puskesmas Kecamatan Kalideres ini masuk dalam indikator penilaian KLA. Layanan ini untuk menangani keluhan anak yang mengalami kasus kekerasan, termasuk bullying," ujarnya.
Puskesmas Kecamatan Kalideres telah menangani sebanyak 32 kasus kekerasan, 20 kasus diantaranya kasus bullying yang terjadi pada 2023.
"Sedangkan 2024 terdapat 24 kasus kekerasan, di mana 16 kasus diantaranya itu bullying. Pada 2025 ini, ada10 kasus kekerasan, di mana enam kasus diantaranya itu bullying," kata Erizon.
Oleh karena itu, dia meminta warga untuk lebih peka melihat kesehatan mental anak atau anggota keluarga lain yang memerlukan konsultasi dan pengobatan.
"Mari semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental kita. Kesadaran itu mulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat," ucapnya.