Loading
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, memberi sambutan usai meresmikan pembangunan SMP Negeri 46 Nangahale dan meluncurkan program Sekolah Hijau di sekolah tersebut, Sabtu 3/05/2025). (Foto: Arahkita/Chen Chabarezy)
NANGAHALE, MAUMERE, ARAHKITA.COM - Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan saat meresmikan pembangunan SMP Negeri 46 Nangahale dan meluncurkan program Sekolah Hijau di sekolah tersebut, Sabtu 3/05/2025).
“Atas nama pemerintah, saya memberi apresiasi dan penghargaan atas keterlibatan semua pihak di wilayah ini, sehingga sekolah ini bisa hadir dan menjadi bagian dari komitmen kita bersama dalam memajukan pendidikan. Tidak ada pilihan lain, pendidikan harus menjadi prioritas, karena SDM adalah ujung tombak pembangunan,” ujar Bupati Juventus.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas lahirnya sekolah baru yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga telah menunjukkan prestasi dan inovasi luar biasa dalam waktu singkat.
Baca juga:
Kritisi Janji Politik Bupati Sikka, Endi Jaweng: RPMJD Dokumen Politik, Bisa Ditagih Nanti 2023“Umurnya memang masih pendek, tapi inovasinya luar biasa. Sekolah akan menjadi maju jika semua stakeholder memiliki visi yang sama, semangat berinovasi, dan kemauan kuat untuk berubah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Juventus berharap sekolah ini bisa menjadi rumah yang aman bagi siswa. “Sekolah ini harus membentuk bukan hanya kapasitas keilmuan, tapi yang lebih penting adalah karakter. Ini yang menjadi harapan besar kita ke depan,” tegasnya.
Sentuh Wilayah Timur
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, S.Fil, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Sikka.
Baca juga:
PMKRI Siap Mengawal Tahun PolitikMenurutnya, pembangunan kampus tidak boleh terpusat hanya di Kota Maumere, melainkan juga perlu menyentuh wilayah timur yang memiliki potensi besar dan kebutuhan akses pendidikan tinggi yang tinggi.
Ia menyoroti ketimpangan distribusi kampus di Kabupaten Sikka yang saat ini masih terfokus di Kota Maumere
Lanjut Stef, Kota Maumere hari ini memang berkembang sebagai kota pelajar, dengan lima perguruan tinggi berdiri. Tapi wilayah timur juga punya potensi luar biasa. Kita perlu satu kampus di sana agar anak-anak tidak harus jauh-jauh ke kota untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Mantan Anggota DPRD Kabupaten Sikka ini menilai kehadiran SMP dan SMA di wilayah timur harus menjadi fondasi bagi pembangunan perguruan tinggi berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurutnya, sudah terdapat sembilan SMA/SMK yang bisa menjadi basis mahasiswa, ditambah dukungan penuh masyarakat terhadap rencana ini.Jika kampus dibangun di Talibura misalnya, lahannya luas dan masyarakat siap mendukung. Ini akan membuka akses tak hanya untuk warga Sikka Timur, tetapi juga bagi siswa dari Kabupaten Flores Timur dan sekitarnya,” katanya.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sikka, Kepala Dinas PKO Germanus Goreng, Camat Talibura, para kepala sekolah, guru, serta orang tua siswa SMP Negeri Nangahale.