Kamis, 22 Januari 2026

Jonatan Christie Gagal ke Final Malaysia Open 2026, Ini Evaluasinya


 Jonatan Christie Gagal ke Final Malaysia Open 2026, Ini Evaluasinya Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat melawan wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn. (PBSI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengungkapkan bahwa permainan yang sabar dan tenang dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, menjadi faktor utama yang membuatnya kesulitan tampil maksimal pada babak semifinal BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026.

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu, (10/1/2026) Jonatan yang berstatus sebagai unggulan keempat harus mengakhiri langkahnya setelah kalah dua gim langsung dengan skor 16-21, 16-21.

“Pertama-tama saya bersyukur, puji Tuhan tidak ada cedera. Saya harus mengakui hari ini Kunlavut bermain lebih sabar dan lebih tenang,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI usai pertandingan, Sabtu (10/1/2026).

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menilai dirinya kerap kehilangan momentum penting, terutama setelah berhasil memenangkan reli-reli panjang. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu dimaksimalkan pada poin berikutnya.

“Beberapa kali reli panjang sudah bisa saya menangkan, tapi poin selanjutnya saya malah gampang memberi poin ke dia dengan sangat cepat. Itu yang cukup jelas dan jadi pekerjaan rumah untuk saya,” kata Jonatan.

Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Jonatan dari Kunlavut, setelah sebelumnya juga takluk di BWF World Tour Finals 2025 dengan skor 10-21, 14-21. Meski begitu, secara rekor pertemuan, Jonatan masih unggul tipis dengan catatan delapan kemenangan berbanding tujuh milik Kunlavut.

Meski gagal melaju ke partai final, Jonatan menilai penampilannya sepanjang turnamen tetap memberikan modal berharga untuk menghadapi agenda kejuaraan berikutnya.

“Secara keseluruhan sejauh ini cukup baik. Saya tahu di mana kesalahannya, saya tahu di mana saya salah bermain dan bagaimana seharusnya bermain,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian hingga babak semifinal menjadi suntikan motivasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri untuk terus memperbaiki performa.

“Sampai semifinal cukup oke, ini jadi tambahan motivasi dan percaya diri. Semoga ke depan saya bisa bermain jauh lebih baik lagi dan pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan bisa cepat teratasi,” tutur Jonatan.

Sementara itu, peluang Indonesia di Malaysia Open 2026 masih terbuka melalui sektor ganda putra. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dijadwalkan menghadapi wakil tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik demi memperebutkan tiket ke final.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru