Loading
Daniil Medvedev mencium trofi usai memenangi babak final Brisbane International melawan petenis AS Brandon Nakashima di Brisbane, Australia, Minggu (11/1/2026). (ATP)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Daniil Medvedev memulai tahun 2026 dengan cara terbaik: langsung angkat trofi. Petenis Rusia itu menjuarai Brisbane International usai menundukkan Brandon Nakashima dengan skor 6-2, 7-6(1) pada partai final, Minggu waktu setempat.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Medvedev. Di momen penyerahan trofi, ia menyampaikan dedikasi emosional untuk keluarganya yang belum bisa menemaninya ke Australia.
“Saya ingin mendedikasikan ini untuk keluarga saya,” ujar Medvedev seperti dikutip dari laman resmi ATP. “Mereka tidak bisa datang ke Australia. Jaraknya terlalu jauh, sekitar 23 jam dari tempat saya tinggal. Dengan dua anak kecil, itu tidak mudah.”
Di usia 29 tahun, Medvedev tampil sangat solid sepanjang pertandingan. Ia seperti ingin “membayar” kegagalan masa lalu, karena sempat nyaris menjadi juara di Brisbane pada 2019. Kali ini, ia memastikan peluang itu tak lagi hilang.
Trofi Brisbane juga menjadi gelar ke-22 Medvedev di level tur. Menariknya, ia menjaga rekor unik: semua 22 gelarnya diraih dari 22 turnamen berbeda, sebuah catatan yang tidak banyak dimiliki pemain top dunia.
Final berlangsung dengan pola duel keras dari baseline, khas permainan kedua petenis. Medvedev mendominasi set pertama, tetapi Nakashima memberi perlawanan lebih ketat pada set kedua.
Medvedev bahkan sempat kehilangan dua poin saat servis pada kedudukan 5-4, situasi yang bisa membuat laga berubah arah. Namun ia cepat merespons, kembali stabil, lalu tampil meyakinkan di tie-break hingga mengunci kemenangan dalam 1 jam 34 menit.
Tak hanya untuk keluarga, Medvedev juga menyebut trofi ini sebagai hadiah ulang tahun untuk putri bungsunya yang baru berusia satu tahun.“Kami memutuskan tetap bermain di turnamen ini. Putri saya berulang tahun saat saya di sini, jadi saya mendedikasikannya untuk ulang tahun pertamanya,” katanya. Ia lalu bercanda, “Trof inya agak terlalu berat untuknya.”
Gelar Brisbane sekaligus memperpanjang tren positif Medvedev sejak akhir 2025. Pada Oktober lalu, ia mengakhiri paceklik gelar selama kurang lebih dua setengah tahun dengan menjuarai turnamen di Almaty, setelah mulai bekerja sama dengan pelatih baru Thomas Johansson dan Rohan Goetzke.
Medvedev kini juga tercatat sebagai unggulan teratas pertama yang menjuarai Brisbane sejak Roger Federer pada 2015, sebuah penanda bahwa ia kembali berada dalam jalur elite menuju musim besar dikutip Antara.
Di sisi lain, Nakashima harus menunda ambisinya menambah koleksi gelar. Petenis Amerika Serikat itu memburu trofi kedua level tur setelah sebelumnya juara di San Diego (2022). Ia melaju ke final Brisbane dengan catatan impresif, bahkan tanpa kehilangan satu set hingga partai puncak.
Namun di final, Medvedev terlalu rapi dan terlalu tenang. Hasil ini membuat Medvedev kini unggul 3-0 dalam rekor pertemuan melawan Nakashima. Meski kalah, Nakashima tetap membawa pulang modal penting dan meninggalkan Brisbane dengan posisi peringkat 31 Live Rank ATP.